Pemilu 2014 rawan penjarahan politik

Jum'at, 10 Januari 2014 - 10:44 WIB
Pemilu 2014 rawan penjarahan...
Pemilu 2014 rawan penjarahan politik
A A A
Sindonews.com - Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 selain momen pergantian kepemimpinan melalui pemilu, momen tersebut juga menjadi ladang untuk mengeruk keuntungan secara ekonomi.

Dalam kasusnya, penguasaan sumber daya alam seperti tambang dan energi tak luput menjadi incaran para kontestan politik, baik secara personal (calon anggota legislatif) maupun kelompok (partai politik).

Menurut Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Hendrik Siregar, posisi pemilu dan politik memiliki kedudukan strategis untuk mengamankan unsur tambang dan energi.

"Modusnya politik ini menjadi sesuatu yang strategis untuk menjarah sumber daya alam khususnya dibidang tambang dan energi. Minimal politik dijadikan lahan untuk mengurus perizinan," kata Hendrik, di Galeri Cipta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2014).

Menurut temuan tersebut, modus 'penjarahan' sumber daya alam oleh kalangan politikus pada pemilu 2014 tidak jauh berbeda dengan pemilu 2009. Kata Hendrik, motif penguasaan sumber daya lebih besar ketimbang janji mensejahterahkan masyarakat. "Ada kemiripan yang terjadi, walaupun pelakunya berbeda," ujarnya.

Hendrik berpendapat, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) nomor 1 tahun 2004 yang dirubah menjadi UU nomor 19 tahun 2005 serta diperkuat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 tahun 2008 adalah kebijakan dari pemerintah yang mempermudah perizinan eksplorasi.

Biasanya, tambah Hendrik, melalui kekuasaan dan aturan (regulasi) pemerintahan, pihak eksplorasi bersedia membiayai politik dengan satu syarat dipermudah perizinan eksplorasi sumber daya alam dikemudian hari.

"Masih sangat mungkin jelang Pemilu 2014 ini akan lahir juga kebijakan untuk kepentingan pembiayaan pemilu," sambungnya.
(maf)
Berita Terkait
Kabaharkam Polri Cek...
Kabaharkam Polri Cek Kesiapan Fungsi Sabhara Jajaran Polda Jateng
Metode Quick Count,...
Metode Quick Count, Real Count, dan Exit Poll dalam Pemilu 2024
Polda Jateng Kerahkan...
Polda Jateng Kerahkan Puluhan Ribu Personel Amankan Pemungutan Suara Pemilu 2024
Polisi dan Massa Pendemo...
Polisi dan Massa Pendemo Terlibat Bentrok di KPUD Jaksel
Simulasi Pengamanan...
Simulasi Pengamanan Pemilu di Bandung
Gelar Pasukan, Kapolri...
Gelar Pasukan, Kapolri Siapkan Strategi Pengamanan Pemilu 2024
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved