Jokowi dan PM Lee Bahas Perjanjian Kerja Sama Pertahanan hingga Ekstradisi
Senin, 29 April 2024 - 13:18 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kerja Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong di Istana Bogor, Senin (29/4/2024). FOTO/MPI/RAKA DWI NOVIANTO
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menerima kunjungan kerja Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong di Istana Bogor, Senin (29/4/2024). Keduanya membahas beberapa hal terkait implementasi Perjanjian Layanan Ruang Udara (Flight Information Region/FIR), Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA), dan Perjanjian Ekstradisi (Extradition Treaty).
"Tadi saya dengan PM Lee telah membahas beberapa hal yang pertama di bidang politik dan pertahanan. Kami menyambut baik telah berjalannya implementasi perjanjian FIR, pertahanan, dan ekstradisi yang kedepannya perlu dipastikan implementasinya berjalan penuh," kata Jokowi dalam keterangannya, di Istana Bogor, Senin (29/4/2024).
Di bidang ekonomi, Presiden Jokowi menawarkan beberapa peluang-peluang investasi manufaktur tekstil di Kendal Industrial Park. "Kemudian ekonomi hijau melalui infrastruktur yang berkelanjutan dan pembangunan pusat data di Nongsa, Batam," kata Jokowi.
Jokowi mengapresiasi antusiasme 29 perusahaan Singapura dalam investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dirinya berharap juga adanya dukungan pembangunan PLTS di IKN. "Rencana ekspor listrik ke Singapura terus didorong termasuk investasi industri hijau pendukung," kata Jokowi.
Lalu terkait ketahanan pangan, Indonesia dengan Singapura sepakat untuk mendorong kerjasama transfer teknologi dan pertukaran IPTEK pengolahan pangan. "Dan untuk kerja sama produk halal Indonesia mengundang Singapura untuk menjadi pengembang tiga kawasan industri halal yaitu di Bintan, di Serang, dan di Sidoarjo," jelasnya.
Sedangkan di bidang sosial budaya, kata Jokowi, Indonesia telah membahas penguatan transformasi kesehatan melalui investasi pembangunan rumah sakit dan klinik, pengembangan kapasitas tenaga medis digitalisasi kesehatan dan pengembangan KEK kesehatan di Bali.
"Tadi saya dengan PM Lee telah membahas beberapa hal yang pertama di bidang politik dan pertahanan. Kami menyambut baik telah berjalannya implementasi perjanjian FIR, pertahanan, dan ekstradisi yang kedepannya perlu dipastikan implementasinya berjalan penuh," kata Jokowi dalam keterangannya, di Istana Bogor, Senin (29/4/2024).
Di bidang ekonomi, Presiden Jokowi menawarkan beberapa peluang-peluang investasi manufaktur tekstil di Kendal Industrial Park. "Kemudian ekonomi hijau melalui infrastruktur yang berkelanjutan dan pembangunan pusat data di Nongsa, Batam," kata Jokowi.
Jokowi mengapresiasi antusiasme 29 perusahaan Singapura dalam investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dirinya berharap juga adanya dukungan pembangunan PLTS di IKN. "Rencana ekspor listrik ke Singapura terus didorong termasuk investasi industri hijau pendukung," kata Jokowi.
Lalu terkait ketahanan pangan, Indonesia dengan Singapura sepakat untuk mendorong kerjasama transfer teknologi dan pertukaran IPTEK pengolahan pangan. "Dan untuk kerja sama produk halal Indonesia mengundang Singapura untuk menjadi pengembang tiga kawasan industri halal yaitu di Bintan, di Serang, dan di Sidoarjo," jelasnya.
Sedangkan di bidang sosial budaya, kata Jokowi, Indonesia telah membahas penguatan transformasi kesehatan melalui investasi pembangunan rumah sakit dan klinik, pengembangan kapasitas tenaga medis digitalisasi kesehatan dan pengembangan KEK kesehatan di Bali.
Lihat Juga :