4 hal yang patut dicermati dari Pemira PKS
Senin, 23 Desember 2013 - 07:07 WIB
4 hal yang patut dicermati dari Pemira PKS
A
A
A
Sindonews.com - Survei Pol Tracking Institut menyebutkan ketertarikan masyarakat akan calon presiden (Capres) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sangat rendah. Terbukti, sebanyak 68,50 persen responden tidak menjawab kuesioner dengan pertanyaan "siapa capres internal PKS yang akan dipilih?"
Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi mengatakan, ada empat yang patut dicermati melihat langkah PKS mengadakan Pemira (Pemilihan Raya). Pertama, Pemira diasumsikan sebagai ajang konsolidasi internal di tengah tsunami politik dengan ditangkap dan divonisnya Luthfi Hasan Ishaaq.
"Pemira juga ditargetkan akan mengundang penasaran publik yang dulu mendukung PKS di Pemilu 2009 lalu," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Senin (23/12/2013).
Namun, lanjut dia, target tersebut sulit direalisasikan mengingat publik sudah kehilangan kepercayaan. Yang mana, diikuti juga perlahan menurunnya minat internal untuk mendukung kepemimpinan korup dan haus kekuasaan.
Kedua, minimnya minat publik dan internal PKS atas penyelenggaraan Pemira dan figur yang ditampilkan mengindikasikan PKS telah kehilangan momentum untuk bisa masuk ke lingkaran elite parpol. Hal ini dipertegas dengan hasil survei sejumlah lembaga yang mempredksi PKS tidak lolos ambang batas parlemen.
"Ketiga, Pemira diharapkan juga menjaring figur eksternal yang dapat menjadi magnet kader internal dan simpatisan untuk kembali mendukung PKS," jelasnya.
Namun, kata Muradi, hal tersebut bisa dikatakan gagal karena figur yang muncul dianggap sebagai faksi yang berkuasa selama ini dan cenderung haus kekuasaan materi juga perempuan. Sehingga, Pemira kehilangan gereget.
Keempat, Pemira secara komunikasi politik dan media dapat dianggap gagal dalam menjadikan PKS sebagai orbit pemberitaan yang positif. Kemunculan sejumlah tokoh di PKS yang dianggap tidak bersih juga menjauhkan Pemira dari gereget penyelenggaraan sebuah hajat politik.
"Indikator penguatnya? Hampir tidak terdengar pemberitaan yang bersifat masif dan mempengaruhi media. Berkaca pada empat hal tersebut mempertegas bahwa PKS sudah tidak lagi diminati publik dalam arti yang lebih luas. PKS hanya akan didukung oleh kader-kader pendukung elite politik yang saat ini berkuasa," pungkasnya.
Baca berita:
Kader PKS diminta minta maaf atas kasus LHI
Pemira PKS untuk perkuat soliditas kader
Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi mengatakan, ada empat yang patut dicermati melihat langkah PKS mengadakan Pemira (Pemilihan Raya). Pertama, Pemira diasumsikan sebagai ajang konsolidasi internal di tengah tsunami politik dengan ditangkap dan divonisnya Luthfi Hasan Ishaaq.
"Pemira juga ditargetkan akan mengundang penasaran publik yang dulu mendukung PKS di Pemilu 2009 lalu," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Senin (23/12/2013).
Namun, lanjut dia, target tersebut sulit direalisasikan mengingat publik sudah kehilangan kepercayaan. Yang mana, diikuti juga perlahan menurunnya minat internal untuk mendukung kepemimpinan korup dan haus kekuasaan.
Kedua, minimnya minat publik dan internal PKS atas penyelenggaraan Pemira dan figur yang ditampilkan mengindikasikan PKS telah kehilangan momentum untuk bisa masuk ke lingkaran elite parpol. Hal ini dipertegas dengan hasil survei sejumlah lembaga yang mempredksi PKS tidak lolos ambang batas parlemen.
"Ketiga, Pemira diharapkan juga menjaring figur eksternal yang dapat menjadi magnet kader internal dan simpatisan untuk kembali mendukung PKS," jelasnya.
Namun, kata Muradi, hal tersebut bisa dikatakan gagal karena figur yang muncul dianggap sebagai faksi yang berkuasa selama ini dan cenderung haus kekuasaan materi juga perempuan. Sehingga, Pemira kehilangan gereget.
Keempat, Pemira secara komunikasi politik dan media dapat dianggap gagal dalam menjadikan PKS sebagai orbit pemberitaan yang positif. Kemunculan sejumlah tokoh di PKS yang dianggap tidak bersih juga menjauhkan Pemira dari gereget penyelenggaraan sebuah hajat politik.
"Indikator penguatnya? Hampir tidak terdengar pemberitaan yang bersifat masif dan mempengaruhi media. Berkaca pada empat hal tersebut mempertegas bahwa PKS sudah tidak lagi diminati publik dalam arti yang lebih luas. PKS hanya akan didukung oleh kader-kader pendukung elite politik yang saat ini berkuasa," pungkasnya.
Baca berita:
Kader PKS diminta minta maaf atas kasus LHI
Pemira PKS untuk perkuat soliditas kader
(kri)