Kongres Bandung, Anas minta semua kandidat diperiksa
Jum'at, 13 Desember 2013 - 19:10 WIB
Kongres Bandung, Anas minta semua kandidat diperiksa
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku, telah menyerahkan proses hukum kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus yang dituduhkan kepadanya.
Mengenai status tersangka yang disangkakan kepadanya terkait aliran dana proyek Hambalang yang diduga mengalir pada saat Kongres Demokrat untuk memenangkan dirinya, agar disikapi secara fair.
Anas mengatakan, jika ingin mendapatkan kronologi Kongres Demokrat di Bandung yang utuh, maka dirinya meminta semua calon maupun tim sukses calon sama-sama diperiksa.
"Yang mesti diperiksa ya diperiksa. Misalnya kongres, ya diperiksa semua," kata Anas, di rumah Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (13/12/2013).
Anas pun mengaku siap jika sewaktu-waktu dipanggil KPK untuk dimintai keterangan. Tetapi, hal itu juga berlaku untuk calon lain.
Ditambahkan dia, dengan pemeriksaan terhadap calon kandidat lain, maka kebutuhan memperoleh keterangan yang utuh bisa didapatkan. Sebab, sekalipun ia sebagai pemenang kongres, tetapi rangkaian kongres melibatkan calon kandidat dan tim sukses lainnya.
"Dengan begitu akan tergambar dengan utuh kongres itu peristsiwa apa, tidak setengah-setengah," ujarnya.
Terkait kasus Hambalang, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada KPK. Hanya saja, kata dia proses pengungkapannya harus berlaku adil. "Kewenangan KPK yang penting pemeriksaan berjalan adil," tutupnya.
Seperti diketahui, saat digelarnya Kongres Demokrat di Bandung, ada tiga kandidat, yaitu Anas Urbaningrum, Marzuki Alie dan Andi Alifian Mallarangeng. Saat itu yang terpilih menjadi Ketua Umum Demokrat adalah Anas Urbaningrum.
Anas: Isu dana Kongres Demokrat adalah lagu lama
Mengenai status tersangka yang disangkakan kepadanya terkait aliran dana proyek Hambalang yang diduga mengalir pada saat Kongres Demokrat untuk memenangkan dirinya, agar disikapi secara fair.
Anas mengatakan, jika ingin mendapatkan kronologi Kongres Demokrat di Bandung yang utuh, maka dirinya meminta semua calon maupun tim sukses calon sama-sama diperiksa.
"Yang mesti diperiksa ya diperiksa. Misalnya kongres, ya diperiksa semua," kata Anas, di rumah Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (13/12/2013).
Anas pun mengaku siap jika sewaktu-waktu dipanggil KPK untuk dimintai keterangan. Tetapi, hal itu juga berlaku untuk calon lain.
Ditambahkan dia, dengan pemeriksaan terhadap calon kandidat lain, maka kebutuhan memperoleh keterangan yang utuh bisa didapatkan. Sebab, sekalipun ia sebagai pemenang kongres, tetapi rangkaian kongres melibatkan calon kandidat dan tim sukses lainnya.
"Dengan begitu akan tergambar dengan utuh kongres itu peristsiwa apa, tidak setengah-setengah," ujarnya.
Terkait kasus Hambalang, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada KPK. Hanya saja, kata dia proses pengungkapannya harus berlaku adil. "Kewenangan KPK yang penting pemeriksaan berjalan adil," tutupnya.
Seperti diketahui, saat digelarnya Kongres Demokrat di Bandung, ada tiga kandidat, yaitu Anas Urbaningrum, Marzuki Alie dan Andi Alifian Mallarangeng. Saat itu yang terpilih menjadi Ketua Umum Demokrat adalah Anas Urbaningrum.
Anas: Isu dana Kongres Demokrat adalah lagu lama
(maf)