Pejabat pemda gamang tunaikan tugas karena takut korupsi

Senin, 09 Desember 2013 - 15:45 WIB
Pejabat pemda gamang...
Pejabat pemda gamang tunaikan tugas karena takut korupsi
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan, bahwa belakangan ini ada fenomena tentang adanya sikap keragu-raguan dari pejabat pemerintah daerah (pemda) dalam melaksanakan tugas.

Para pejabat pemda yang gamang tersebut merasa takut, apa yang telah dilakukannya masuk kategori tindak pidana korupsi.

"Fenomena lain munculnya keragu-raguan pejabat pemerintahan untuk mengambil keputusan dan merealisasikan anggaran karena takut disalahkan," ujar Presiden SBY dalam sambutannya di acara Puncak Peringatan Hari Anti Korupsi dan Hari HAM se-Dunia Tahun 2013, di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/12/2013).

Hal demikian, diketahuinya seriap melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah. "Saya mendengarkan keluhan para Gubernur, Walikota dan Bupati, disamping hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai, tapi situasi pejabat di daerah dan birokrasi mengalami kegamanggan dalam melaksanakan tugasnya, karena takut disalahkan korupsi dan akhirnya pencairan anggaran sering terhambat dan hasil akhir APBN dan APBD tidak sesuai target kita," katanya.

Menurut laporan yang ia terima, sejumlah pejabat pemda yang dipanggil para penegak hukum, tak fokus menjalani tugas pemerintahan masing-masing. Bahkan, kata dia, beberapa diantaranya tak ingin bertugas lagi.

"Ini yang saya terima masukan daerah. Oleh karena itu saya menginstruksikan ke semua. Penegakan hukum itu harga mati, tapi pilihlah cara-cara yang tepat agar pemerintahaan itu bisa bekerja," ucapnya.

"Bayangkan kalau provinsi dan Kabupaten tidak bisa bekerja, bayangkan lembaga Negara tidak bisa bekerja, bayangkan BUMN tidak bisa bekerja karena cara-cara pemeriksaan sedemikian rupa, sehingga membuat kemandekan dari organisasi itu," tambah dia.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden SBY menyatakan, bahwa dirinya memiliki dua tugas.
"Sebagai presiden tugas saya ada dua, membuat negeri ini jadi lebih bersih, itulah mengapa pemberantasan korupsi penting, tapi kedua adalah memastikan jalannya pemerintahan tetap berjalan dan terjaga, karena itu untuk rakyat kita juga, mereka ingin ekonominya tumbuh kesejahteraannya meningkat negaranya aman dan sebagainya," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved