Yusril ingin Pileg dan Pilpres 2014 dilaksanakan bersamaan

Rabu, 04 Desember 2013 - 18:03 WIB
Yusril ingin Pileg dan...
Yusril ingin Pileg dan Pilpres 2014 dilaksanakan bersamaan
A A A
Sindonews.com - Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra berencana menguji materi Undang-Undang mengenai sistem pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Seharusnya, menurut dia, pemilu legislatif (pileg) dengan pemilu presiden (pilpres) dilaksanakan secara bersamaan. Bukan justru, pilpres dilaksanakan setelah pileg.

"Kami sebenarnya berjuang untuk memersatukan kedua pemilu, pileg dan pilpres. Kita ini sebenarnya harus melakukan pileg yang serentak dengan pilpres," ujar Yusril di kantornya, Gedung 88 Kota Kasablanca, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2013).

Maksud tujuan gugatan yang akan diajukannya itu yakni untuk menghapuskan syarat besaran ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden atau presidential threshold (PT), yang kini sebesar 20 persen kursi DPR RI.

"Insya Allah setiap partai politik yang menjadi peserta pemilu bisa mengusung capres dan cawapres sebelum pemilu itu digelar. Jadi tidak akan ada lagi threshold, tidak ada lagi koalisi, tapi rakyat bisa memilih capres-cawapres dengan bersamaan memilih caleg. Ini sedang kita perjuangkan dan akan kami sampaikan ke MK," katanya.

Maka dari itu, dia berharap MK akan mengabulkan gugatannya tersebut. "Mudah-mudahan ini merintis jalan baru bagi demokrasi," ungkapnya.

Yusril: Masalah bangsa tak selesai dengan blusukan
(lal)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved