Pemilu 2014, dukungan terhadap PKB & PKS berpotensi naik
Senin, 02 Desember 2013 - 16:37 WIB
Pemilu 2014, dukungan terhadap PKB & PKS berpotensi naik
A
A
A
Sindonews.com - Partai beraliran Islam diprediksi akan kehilangan pendukungnya pada Pemilu 2014. Namun tidak bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang diprediksi akan mengalami peningkatan dukungan masyarakat.
Demikian hasil pemaparan survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS), yang diterima Sindonews, Senin, (2/12/2013). Dalam paparan hasil surveinya, PKB dan PKS memperlihatkan tingkat dukungan yang naik secara konsisten walapun masih kecil.
PKS yang tengah dirundung masalah korupsi dalam perkara pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, dan menjerat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, tidak menyurutkan dukungan masyarakat terhadap PKS. Artinya dua partai Islam itu menunjukkan kerja elektoral yang serius di tingkat bawah.
Sementara partai beraliran nasionalis seperti Demokrat yang tersandung banyak kasus korupsi, diprediksi tetap mampu bertahan sebagai partai lima besar pada Pemilu 2014. Tren dukungan terhadap parpol berbasis nasionalis per November 2013 diungguli PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat.
Survei dilakukan menggunakan metodologi wawancara tatap muka terhadap responden di 33 provinsi, berlangsung dari 13-20 November 2013. Jumlah sampel sebanyak 1.180, tingkat kesalahan 2,85 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Pemilihan responden dilakukan secara acak bertingkat dimulai dari Kelurahan, RT, dan kepala keluarga. Proporsi jenis kelamin respondeng 50 persen perempuan dan 50 persen laki-laki, dan proporsi responden desa-kota 50 persen-50 persen sesuai data BPS 2011.
Mahfud ajak JK & Rhoma ikut besarkan PKB
Demikian hasil pemaparan survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS), yang diterima Sindonews, Senin, (2/12/2013). Dalam paparan hasil surveinya, PKB dan PKS memperlihatkan tingkat dukungan yang naik secara konsisten walapun masih kecil.
PKS yang tengah dirundung masalah korupsi dalam perkara pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, dan menjerat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, tidak menyurutkan dukungan masyarakat terhadap PKS. Artinya dua partai Islam itu menunjukkan kerja elektoral yang serius di tingkat bawah.
Sementara partai beraliran nasionalis seperti Demokrat yang tersandung banyak kasus korupsi, diprediksi tetap mampu bertahan sebagai partai lima besar pada Pemilu 2014. Tren dukungan terhadap parpol berbasis nasionalis per November 2013 diungguli PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat.
Survei dilakukan menggunakan metodologi wawancara tatap muka terhadap responden di 33 provinsi, berlangsung dari 13-20 November 2013. Jumlah sampel sebanyak 1.180, tingkat kesalahan 2,85 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Pemilihan responden dilakukan secara acak bertingkat dimulai dari Kelurahan, RT, dan kepala keluarga. Proporsi jenis kelamin respondeng 50 persen perempuan dan 50 persen laki-laki, dan proporsi responden desa-kota 50 persen-50 persen sesuai data BPS 2011.
Mahfud ajak JK & Rhoma ikut besarkan PKB
(lal)