Polri akan antisipasi penyadapan alat Densus dari asing
Kamis, 21 November 2013 - 18:34 WIB
Polri akan antisipasi penyadapan alat Densus dari asing
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie menegaskan, pihaknya akan mengantisipasi adanya penyadapan yang dilakukan oleh pihak asing, khususnya Amerika dan Australia terhadap peralatan yang dimiliki oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Terlebih, terhadap peralatan yang dimiliki oleh tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri. Antisipasi tersebut, menurut Mabes Polri sangat diperlukan, mengingat banyaknya negara asing yang sering melakukan kegiatan penyadapan di Indonesia.
"Memang kami sangat bergantung pada IT, (khususnya) dengan IT yang diproduksi dari luar negeri. Apakah IT yang kami beli, ataupun menjadi hibah dari negara yang membantu Kepolisian Indonesia, untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendukung penyidikan termasuk Densus 88 harus kami antisipasi," kata Ronny, di Kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2013).
Kendati demikian, Mabes Polri meyakini Kepala Densus 88 Anti Teror Mabes Polri sudah mengetahui penyadapan tersebut.
"Saya kira, Kepala Densus 88 pada saat di bawah Bareskrim Mabes Polri, sudah dari awal mengetahui kemungkinan-kemungkinan disadap. Saya harus menanyakan, apakah ada kemungkinan data yang ada di Densus 88 itu tersadap?, dan terekam sehingga bisa disalah gunakan untuk kepentingan negara lain, termasuk dari Australia," papar Ronny.
Jika memang diketahui ada kegiatan penyadapan di perlengkapan milik Densus 88 Anti Teror, maka Polri akan mengevaluasi perlengkapan tersebut. "Akan segera dievaluasi," pungkas Ronny.
Klik di sini untuk berita terkait.
Terlebih, terhadap peralatan yang dimiliki oleh tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri. Antisipasi tersebut, menurut Mabes Polri sangat diperlukan, mengingat banyaknya negara asing yang sering melakukan kegiatan penyadapan di Indonesia.
"Memang kami sangat bergantung pada IT, (khususnya) dengan IT yang diproduksi dari luar negeri. Apakah IT yang kami beli, ataupun menjadi hibah dari negara yang membantu Kepolisian Indonesia, untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendukung penyidikan termasuk Densus 88 harus kami antisipasi," kata Ronny, di Kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2013).
Kendati demikian, Mabes Polri meyakini Kepala Densus 88 Anti Teror Mabes Polri sudah mengetahui penyadapan tersebut.
"Saya kira, Kepala Densus 88 pada saat di bawah Bareskrim Mabes Polri, sudah dari awal mengetahui kemungkinan-kemungkinan disadap. Saya harus menanyakan, apakah ada kemungkinan data yang ada di Densus 88 itu tersadap?, dan terekam sehingga bisa disalah gunakan untuk kepentingan negara lain, termasuk dari Australia," papar Ronny.
Jika memang diketahui ada kegiatan penyadapan di perlengkapan milik Densus 88 Anti Teror, maka Polri akan mengevaluasi perlengkapan tersebut. "Akan segera dievaluasi," pungkas Ronny.
Klik di sini untuk berita terkait.
(stb)