Soal penyadapan, Yusril bandingkan dengan era Soeharto

Selasa, 19 November 2013 - 09:45 WIB
Soal penyadapan, Yusril...
Soal penyadapan, Yusril bandingkan dengan era Soeharto
A A A
Sindonews.com - Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Yusril Ihza Mahendra mengkritik keras sikap pemerintah, yang dinilainya kurang tegas terhadap Australia yang dikabarkan telah melakukan penyadapan.

"Pemerintah Indonesia sekarang ini masih bersikap lunak terhadap Australia yang nyata-nyata telah gunakan fasilitas kedubesnya lakukan penyadapan," kata Yusril melalui akun twitter-nya di @Yusrilihza_Mhd, Selasa (19/11/2013).

"Dubes Australia hanya dipangil oleh Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) untuk 'koordinasi' yang tidak jelas apa maksudnya," tulisnya.

Ia pun menduga pemanggilan Duta Besar (Dubes) Australia hanya untuk briefing mengenai sikap RI yang mengutuk penyalahgunaan asilitad diplomatik untuk kegiatan spionase. Dirinya pun menilai, sikap pemerintah dalam menanggapi kabar penyadapan itu berbeda jauh dengan langkah-langkah yang pernah dilakukan mantan Presiden Soeharto mengenai hal serupa.

"Sikap Pemerintah RI sekarang beda jauh dengan sikap Presiden Soeharto yang tegas terhadap Uni Sovyet akhir tahun 1970an. Waktu itu sejumlah diplomat Soviet lakukan kegiatan mata-mata, termasuk staf penerbangan Airofolt," jelasnya.

Pria yang juga mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) ini mengatakan, kalau pada saat itu Soeharto mengambil sikap tegas dengan mengusir diplomat Uni Soviet dari Indonesia.

"Pemerintah Soeharto mengusir diplomat Soviet tersebut dan minta negaranya mengurangi jumlah diplomatnya di Jakarta. Penerbangan Airoflot dari Moscow ke Jakarta juga ditutup oleh Pemerintah Soeharto," tuntasnya.

Baca juga PKB dukung pemerintah.
(maf)
Berita Terkait
RUU Penyadapan Diusulkan...
RUU Penyadapan Diusulkan Masuk Prolegnas Prioritas 2026
KY Usulkan Penyadapan...
KY Usulkan Penyadapan Mandiri untuk Mengawasi Kinerja Hakim
Gagas Usulan RUU Penyadapan,...
Gagas Usulan RUU Penyadapan, Komisi III: Harus Berbasis HAM
Macron Minta Penjelasan...
Macron Minta Penjelasan PM Israel Soal Spyware Pegasus
1.460 Penyadapan Dilakukan...
1.460 Penyadapan Dilakukan KPK Sepanjang Tahun 2022
KPK Ungkap Ada Sosok...
KPK Ungkap Ada Sosok yang Disadap pada Kasus Harun Masiku
Berita Terkini
DPP PPP Menangkan 5...
DPP PPP Menangkan 5 Gugatan Sengketa Internal, PN Jakpus Perkuat Legalitas Kepengurusan Partai
Kemenag Siapkan Konten...
Kemenag Siapkan Konten Edukasi untuk Cegah Penyebaran LGBTQ
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved