Bareskrim geledah ruang kerja pejabat Bea Cukai

Senin, 18 November 2013 - 17:42 WIB
Bareskrim geledah ruang...
Bareskrim geledah ruang kerja pejabat Bea Cukai
A A A
Sindonews.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menggeledah ruang kerja mantan Kepala Sub Direktorat Ekspor Bea dan Cukai Heru sulastyono, untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai kasus suap bernilai Rp11,4 miliar.

Menurut Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Arief Sulistyo, pihaknya berhasil menyita sejumlah dokumen dan data-data kegiatan importasi yang ditangani Heru Sulastyono terhadap perusahaan milik Yusran Arif (YA).

"Tim penyidik sudah koordinasi dengan Ditjen Bea dan Cukai untuk kumpulkan alat-alat bukti berupa dokumen, data-data elektronik dalam kegiatan importasi berkaitan dengan saudara HS dan YA," jelas Arief di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (18/11/2013).

Sebelum melakukan penggeledahan, jelas Arief, pihaknya sudah mengajukan ijin penyitaan kepada Pengadilan Negeri. Kemudian penyidik baru mendatangai Kantor Ditjen Bea dan Cukai dan pejabat Bea dan Cukai.

"Kita sudah peroleh dokumen semuanya, walau belum seluruhnya, baru dokumen lima perusahaan yang dikelola YA (Yusran Arif) dan data elektronik yang kami salin dari sistem IP Ditjen Bea dan Cukai," tegasnya.

Dari bukti fisik dan non fisik yang kini diperoleh penyidik, polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kegiatan importasi yang dilakukan Yusran dalam kaitannya dengan tugas-tugas Heru Sulastyono sebagai pejabat Bea Cukai.

"Nanti akan banyak informasi yang akan diperoleh impor apa, pengirimannya kapan saja, barang dari mana saja, nilainya berapa, penetapan beanya seperti apa, sehingga terjadi grativikasi dan penyuapan ini," paparnya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Sub Direktorat Money Laundrying menetapkan seorang pejabat Bea Cukai bernama Heru Sulastyono (HS) sebagai tersangka kasus suap dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Pejabat bea cukai tersebut diduga menerima suap dari seorang komisaris perusahaan PT Tanjung Jati Utama bernama Yusran Arif (YA).

Polri selidiki 16 rekening mencurigakan Pejabat Bea Cukai
(lal)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Hari Ini Sidang Perdana...
Hari Ini Sidang Perdana Dokter Tifa, Area PN Jaktim Disekat Ketat
Minat Gen Z Meningkat,...
Minat Gen Z Meningkat, Diaspora RI Hadirkan Ruang Belajar tentang Jepang
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved