JKN terkendala fasilitas & tenaga kesehatan

Jum'at, 15 November 2013 - 02:02 WIB
JKN terkendala fasilitas...
JKN terkendala fasilitas & tenaga kesehatan
A A A
Sindonews.com - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Ali Ghufron Mukti mengatakan, pemerintah berusaha memenuhi ketersediaan dan kecukupan tempat tidur serta tenaga kesehatan hingga ke pelosok tanah air.

Hal tersebut terkait dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan 2014.

Dia melanjutkan, jika dilihat dari jumlah tempat tidur dan tenaga kesehatan, sesungguhnya sudah cukup memadai. Namun terdapat kendala penempatannya belum merata di seluruh daerah, terutama di daerah Tertinggal, Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (2TPK).

Oleh karenanya, selain berupaya memenuhi ketersediaan fasilitas dan tenaga tersebut, terdapat penyesuaian dan perlakukan khusus bagi daerah 2TPK saat operasional BPJS Kesehatan nanti.

"Misalnya, daerah berpenduduk sedikit tidak perlu menggunakan sistem pembayaran kapitasi (bayaran borongan), melainkan per klaim. Selain itu kapitasi hanya diberlakukan bagi fasilitas kesehatan tingkat primer, seperti puskesmas, klinik, dan dokter praktik mandiri yang menangani ribuan pasien," kata Ali Ghufron saat ditemui di kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis 14 November 2013.

"Sebagai contoh satu daerah yang berjumlah 100 orang dengan kapitasi 6.000, maka tidak mungkin kita bayar dokter hanya Rp600 ribu. Karena itu, sebaiknya jasa dokter dibayar per klaim ke BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan," imbuhnya.

Untuk itu, pemerintah akan melihat penyesuaian dan perlakuan sesuai tahap kajian. Untuk itu, Kemenkes telah menurunkan tim khusus untuk mendapatkan data dan informasi mengenai kondisi serta kesiapan tiap daerah. Saat ini persiapan pelaksanaan BPJS Kesehatan sudah mencapai 90 persen.

"Tapi ada kendala pada kesiapan 18 peraturan pelaksana BPJS Kesehatan, di mana sampai ini beberapa substansi belum menjadi konsensus atau kesepakatan tripartit, yaitu pekerja, pengusaha, dan antar kementerian," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Pentingnya Upaya Peningkatan...
Pentingnya Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
Infografis
Siap-siap, Iuran BPJS...
Siap-siap, Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik Tahun Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved