Buku SBY jadi upaya angkat keterpurukan Demokrat
Selasa, 12 November 2013 - 08:04 WIB
Buku SBY jadi upaya angkat keterpurukan Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerbitkan buku hasil tulisannya sendiri langsung menuai berbagai komentar. Ada yang menyambut positif, namun ada juga yang melontarkan kritik.
Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi mengatakan, ada tiga hal yang harus dicermati dari penerbitan buku berjudul "Selalu Ada Pilihan" tersebut.
"Pertama, penerbitan buku tersebut adalah penciptaan momentum politik bagi Partai Demokrat untuk mengambil keuntungan guna meningkatkan elektabilitas partai pimpinannya untuk Pemilu 2014 mendatang," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Selasa (12/11/2013).
Menurutnya, momentum Konvensi Capres Demokrat pada September lalu dan manuver politik yang dilakukan oleh 11 Capres Demokrat selama hampir dua bulan berjalan, tidak cukup mampu mendongkrak elektabilitas partai berlambang bintang segitiga tersebut.
"Jadi, dibutuhkan penciptaan sejumlah momentum agar Partai Demokrat tetap berada di radar partai pemenang Pemilu 2014," kata dia.
Kedua, lanjut Muradi, penerbitan buku tersebut juga dapat dilihat sebagai pesan politik bahwa Partai Demokrat belum habis. Partai Demokrat akan melakukan berbagai manuver dan penggalangan pemenangan untuk Pemilu 2014, baik pileg maupun pilpres.
Yang ketiga, penerbitan buku tersebut juga diindikasikan kemungkinan SBY akan tetap all out untuk kembali turun gunung mengawal pemenangan Partai Demokrat.
"Salah satunya memastikan agar anak dan keluarganya bisa tetap memiliki akses kekuasaan melalui Partai Demokrat," pungkas Muradi.
Baca berita:
SBY tanggapi kritik dan fitnah lewat buku "Selalu Ada Pilihan"
Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi mengatakan, ada tiga hal yang harus dicermati dari penerbitan buku berjudul "Selalu Ada Pilihan" tersebut.
"Pertama, penerbitan buku tersebut adalah penciptaan momentum politik bagi Partai Demokrat untuk mengambil keuntungan guna meningkatkan elektabilitas partai pimpinannya untuk Pemilu 2014 mendatang," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Selasa (12/11/2013).
Menurutnya, momentum Konvensi Capres Demokrat pada September lalu dan manuver politik yang dilakukan oleh 11 Capres Demokrat selama hampir dua bulan berjalan, tidak cukup mampu mendongkrak elektabilitas partai berlambang bintang segitiga tersebut.
"Jadi, dibutuhkan penciptaan sejumlah momentum agar Partai Demokrat tetap berada di radar partai pemenang Pemilu 2014," kata dia.
Kedua, lanjut Muradi, penerbitan buku tersebut juga dapat dilihat sebagai pesan politik bahwa Partai Demokrat belum habis. Partai Demokrat akan melakukan berbagai manuver dan penggalangan pemenangan untuk Pemilu 2014, baik pileg maupun pilpres.
Yang ketiga, penerbitan buku tersebut juga diindikasikan kemungkinan SBY akan tetap all out untuk kembali turun gunung mengawal pemenangan Partai Demokrat.
"Salah satunya memastikan agar anak dan keluarganya bisa tetap memiliki akses kekuasaan melalui Partai Demokrat," pungkas Muradi.
Baca berita:
SBY tanggapi kritik dan fitnah lewat buku "Selalu Ada Pilihan"
(kri)