Pemilu 2014 penuh polemik, masyarakat makin jengah
Sabtu, 09 November 2013 - 04:31 WIB
Pemilu 2014 penuh polemik, masyarakat makin jengah
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah permasalahan yang terjadi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang, seperti polemik penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Kemudian adanya 10,4 juta data pemilih bermasalah, lantaran tak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), membuat banyak pihak pesimis, jika Pemilu 2014 bisa mulus diadakan.
Pemerhati pemilu Lingkar Madani Untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengatakan, munculnya
permasalahan tersebut, membuat masyarakat menjadi kurang perhatian terhadap proses demokrasi tersebut.
"Minat orang rendah terhadap pemilu membuat masyarakat makin tak tertarik dengan pemilu, hal
itu secara umum sudah terlihat di beberapa pilkada (pemilihan kepala daerah), rata-rata itu
sudah terbaca," kata Ray, saat dihubungi Sindonews, Sabtu (9/11/2013).
Lebih lanjut Ray mengatakan, akibatnya banyak masalah tersebut, menyebabkan golongan putih
(golput) akan terus meningkat. Ditambah lagi dengan adanya 10,4 juta data pemilih bermasalah.
"Dari situ (10,4 juta pemilih bermasalah), sumbangsih terbesar dari golput. 10,4 juta suara
pemilih yang bermasalah itu sekitar 4,5 persen. Saya memprediksi angka golput mencapai 30
persen, hampir sama dengan Pemilu 2009 yang juga hampir mencapai 30 persen," pungkasnya.
Berita terkait:
Marzuki: Golput berkontribusi pada karut-marut bangsa.
Kemudian adanya 10,4 juta data pemilih bermasalah, lantaran tak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), membuat banyak pihak pesimis, jika Pemilu 2014 bisa mulus diadakan.
Pemerhati pemilu Lingkar Madani Untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengatakan, munculnya
permasalahan tersebut, membuat masyarakat menjadi kurang perhatian terhadap proses demokrasi tersebut.
"Minat orang rendah terhadap pemilu membuat masyarakat makin tak tertarik dengan pemilu, hal
itu secara umum sudah terlihat di beberapa pilkada (pemilihan kepala daerah), rata-rata itu
sudah terbaca," kata Ray, saat dihubungi Sindonews, Sabtu (9/11/2013).
Lebih lanjut Ray mengatakan, akibatnya banyak masalah tersebut, menyebabkan golongan putih
(golput) akan terus meningkat. Ditambah lagi dengan adanya 10,4 juta data pemilih bermasalah.
"Dari situ (10,4 juta pemilih bermasalah), sumbangsih terbesar dari golput. 10,4 juta suara
pemilih yang bermasalah itu sekitar 4,5 persen. Saya memprediksi angka golput mencapai 30
persen, hampir sama dengan Pemilu 2009 yang juga hampir mencapai 30 persen," pungkasnya.
Berita terkait:
Marzuki: Golput berkontribusi pada karut-marut bangsa.
(maf)