Tokoh Islam belum tentu didukung jadi cawapres
Selasa, 05 November 2013 - 08:57 WIB
Tokoh Islam belum tentu didukung jadi cawapres
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah tokoh Islam dinilai berpotensi menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2014. Namun tokoh-tokoh tersebut belum tentu mendapat dukungan parpol untuk maju sebagai cawapres.
"Sebenarnya masih ada tokoh-tokoh Islam lainnya yang punya kemampuan namun belum tentu mendapatkan dukungan parpol, seperti Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla," ujar pengamat politik dari Political Communication Institute Heri Budianto kepada Sindonews, Selasa (5/11/2013).
Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei tentang peluang parpol dan tokoh dalam Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014. LSI mengungkapkan lima tokoh Islam berpeluang sebagai Cawapres 2014 yakni Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa, Ketua Dewan Pembina Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali, dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta.
Heri menilai pelunag para pemimpin partai Islam memang hanya memiliki peluang sebagai cawapres dan tidak bisa menduduki posisi capres pada Pilpres 2014. Sebab parpol berbasis Islam merupakan parpol menengah yang sulit untuk mendulang suara besar pada pemilu mendatang.
"Itu yang membuat mengapa kans tokoh-tokoh parpol Islam hanya punya kans cawapres," terang Heri.
Lebih jauh Heri menilai, lima tokoh Islam yang disebut dalam survei LSI masih kalah bersaing dengan tokoh parpol nasional yang mendapat dukungan masyarakat jauh lebih besar, sehingga tokoh parpol nasional memiliki kans lebih besar sebagai capres.
"Hal itu tidak mengagetkan karena dukungan terhadap partai nasionalis memang lebih besar," ucapnya.
5 tokoh Islam berpeluang 2014 versi LSI
"Sebenarnya masih ada tokoh-tokoh Islam lainnya yang punya kemampuan namun belum tentu mendapatkan dukungan parpol, seperti Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla," ujar pengamat politik dari Political Communication Institute Heri Budianto kepada Sindonews, Selasa (5/11/2013).
Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei tentang peluang parpol dan tokoh dalam Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014. LSI mengungkapkan lima tokoh Islam berpeluang sebagai Cawapres 2014 yakni Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa, Ketua Dewan Pembina Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali, dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta.
Heri menilai pelunag para pemimpin partai Islam memang hanya memiliki peluang sebagai cawapres dan tidak bisa menduduki posisi capres pada Pilpres 2014. Sebab parpol berbasis Islam merupakan parpol menengah yang sulit untuk mendulang suara besar pada pemilu mendatang.
"Itu yang membuat mengapa kans tokoh-tokoh parpol Islam hanya punya kans cawapres," terang Heri.
Lebih jauh Heri menilai, lima tokoh Islam yang disebut dalam survei LSI masih kalah bersaing dengan tokoh parpol nasional yang mendapat dukungan masyarakat jauh lebih besar, sehingga tokoh parpol nasional memiliki kans lebih besar sebagai capres.
"Hal itu tidak mengagetkan karena dukungan terhadap partai nasionalis memang lebih besar," ucapnya.
5 tokoh Islam berpeluang 2014 versi LSI
(lal)