YKBSI tolak kemantar generasi muda tak bisa mimpin
Senin, 28 Oktober 2013 - 21:53 WIB
YKBSI tolak kemantar generasi muda tak bisa mimpin
A
A
A
Sindonews.com - Yayasan Keluarga Besar Soeharto Indonesia (YKBSI), secara tegas menolak adanya anggapan bila generasi muda Indonesia belum pantas menjadi seorang pemimpin.
Generasi muda dianggap hanya pantas menjadi calon pemimpin di kelas wacana. Namun, untuk memimpin negeri dengan jumlah penduduk terbesar kelima di dunia, generasi tua yang dianggap memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai persoalan.
Karena dianggap telah kenyang makan asam garam kepemimpinan. Ketua YKBSI Kisawadi Agus mengatakan, pihak yang menganggap generasi muda hanya pantas menjadi seorang pemimpin di kelas wacana, nampaknya tidak memahami sejarah negeri ini.
Pemimpin Indonesia pertama, Soekarno adalah seorang pemimpin muda. Soekarno memimpin negeri ini, disaat usiannya masih sangat muda. Begitu pula dengan Soeharto. Soeharto meneruskan kepemimpinan Soekarno, juga diusia yang masih sangat muda.
"Memang ada yang salah dengan generasi muda. Dua sejarah tersebut sudah membuktikan, bila generasi muda sangat layak menjadi seorang pemimpin. Bukan seorang pemimpin di kelas wacana atau di kelas hasil survai saja," papar Kiswadi kepada Okezone, di Solo, Jawa Tengah,Senin (28/10/2013).
Klik di sini untuk berita terkait.
Generasi muda dianggap hanya pantas menjadi calon pemimpin di kelas wacana. Namun, untuk memimpin negeri dengan jumlah penduduk terbesar kelima di dunia, generasi tua yang dianggap memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai persoalan.
Karena dianggap telah kenyang makan asam garam kepemimpinan. Ketua YKBSI Kisawadi Agus mengatakan, pihak yang menganggap generasi muda hanya pantas menjadi seorang pemimpin di kelas wacana, nampaknya tidak memahami sejarah negeri ini.
Pemimpin Indonesia pertama, Soekarno adalah seorang pemimpin muda. Soekarno memimpin negeri ini, disaat usiannya masih sangat muda. Begitu pula dengan Soeharto. Soeharto meneruskan kepemimpinan Soekarno, juga diusia yang masih sangat muda.
"Memang ada yang salah dengan generasi muda. Dua sejarah tersebut sudah membuktikan, bila generasi muda sangat layak menjadi seorang pemimpin. Bukan seorang pemimpin di kelas wacana atau di kelas hasil survai saja," papar Kiswadi kepada Okezone, di Solo, Jawa Tengah,Senin (28/10/2013).
Klik di sini untuk berita terkait.
(stb)