Belajar toleransi beragama, Serbia belajar ke Indonesia

Kamis, 24 Oktober 2013 - 21:29 WIB
Belajar toleransi beragama,...
Belajar toleransi beragama, Serbia belajar ke Indonesia
A A A
Sindonews.com - Delegasi Serbia tertarik untuk mempelajari sistem dialog antar umat beragama, hal ini dikarenakan Indonesia merupakan salah satu negara yang berhasil menjaga kerukunan antar umat beragama.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung laksono mengatakan, para delegasi agama asal Serbia ini, berniat untuk mengambil pengalaman dari proses dialog agama di Indonesia.

Menurut Agung, delegasi asal Serbia ini mengaku tertarik pada keberhasilan pemerintah menjaga kerukunan beragama. Secara umum kondisi keberagaman negara Indonesia, dengan negara Serbia tersebut relatif sama.

Saat ini, lanjut dia, total populasi penduduk hanya sekira tujuh juta orang. Negara hasil pecahan Yugoslavia itu memiliki populasi agama yang beragam.

"Variasi agama mereka terdiri Kristen Ortodoks 80 persen, Katolik Roma 50 persen, Kristen Protestan 5 persen, Islam 3,5 persen, Yahudi 0,1 persen dan ada juga atheis," tandas Agung saat ditemui di Kantor Kemenko Kesra, Kamis (24/10/2013).

Menko menegaskan, sebagai negara pecahan Yugoslavia yang tercerai berai lantaran perbedaan agama, tentu saja bangsa Serbia tidak menginginkan kejadian tersebut terulag kembali.

Pada satu sisi, Indonesia yang lebih kompleks jumlah penduduk dan perbedaan agamanya, namun tetap menjadi negara kesatuan, dinilai bisa dijadikan sebagai contoh bagi mereka untuk membangun sistem kerukunan.

“Tentu saja tidak semua hal di Indonesia bisa diaplikasikan di negara mereka. Yang jelek-jelek tentu tidak perlu diambil, yang bagus bisa mereka pakai,” kata Menko.

Pada kesempatan itu, Agung mengatakan, Indonesia juga mendukung agar Serbia memertahankan Kosovo tetap menjadi bagian wilayah mereka.

“Kami (Indonesia) anti dengan separatism. Oleh sebab itu, kami menentang aksi separatism yang ingin memisahkan diri dengan negara kesatuan,” ujarnya.

Klik di sini untuk berita terkait.
(stb)
Berita Terkait
Indonesia Punya Peran...
Indonesia Punya Peran Penting dalam Diplomasi Internasional
Travel Alliance + Grab...
Travel Alliance + Grab + Trip.com = Kombo Mantap untuk Ngebolang Keliling Asia!
Kisah di Balik Monumen...
Kisah di Balik Monumen Soekarno Rancangan Ridwan Kamil di Aljazair
Memahami Pendekatan...
Memahami Pendekatan Luar Negeri Prabowo: Refleksi Lawatan ke LN
Jokowi dan Pendekatan...
Jokowi dan Pendekatan Realis dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Peringati Hari Solidaritas,...
Peringati Hari Solidaritas, Kemlu: Palestina Terpatri dalam Inti Politik Luar Negeri RI
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved