Seribu kertas suara cadangan berpotensi kecurangan

Jum'at, 18 Oktober 2013 - 17:12 WIB
Seribu kertas suara...
Seribu kertas suara cadangan berpotensi kecurangan
A A A
Sindonews.com - Rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyediakan surat suara cadangan 1.000 lembar, di setiap daerah pilihan berpotensi bisa memicu kecurangan yang dilakukan kontestan pemilu.

Menurut Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, potensi tersebut bisa terjadi jika data pemilih atau daftar pemilih tetap (DPT) KPU tak memenuhi kepastian bagi masyarakat.

"Masalahnya, jumlah suara yang dicetak tidak didasarkan pada DPT tapi pada DPSHP. Artinya jumlah ini bisa membengkak atau sebaliknya mengkerucut," kata Ray, kepada Sindonews, Jakarta, Jumat (18/10/2013).

Sementara itu, potensi kecurangan atas cadangan surat suara tersebut bisa terjadi di lokasi tempat pemungutan suara (TPS) yang memiliki jumlah pemilih, yang membludak.

"Sekarang ini dengan ketentuan siapa saja boleh mempergunakan hak pilih, tanpa pandang bulu. Maka ada potensi di satu dapil atau TPS banyak pemilihnya yang justru tak terdaftar sebelumnya," ujarnya.

Lebih jauh Ray mengatakan, lebih baik KPU memaksimalkan waktu untuk mendata pemilih dengan tingkat akurasi yang jelas. Sehingga, DPT menjadi acuan utama bagi pemilih untuk memperoleh haknya. "Semua ada pada kepastian jumlah pemilih," jelasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan Undang-undang Pemilu, KPU berwenang untuk menambah atau menyediakan surat suara cadangan tak lebih dari dua persen dari hitungan jumlah suara perdapil. Artinya, 1.000 surat suara sudah menjadi hitungan KPU untuk diterapkan KPU disemua dapil.

Selain itu, KPU beralasan, penambahan surat suara dilakukan untuk mengantisipasi kesalahan yang bersifat teknis saat proses produksi berlangsung.

"Karena biasanya dalam proses pelipatan akan terjadi masalah, apalagi jika nanti misalnya dalam pengepakan dari pabrik tidak begitu baik, maka akan terjadi kekurangan," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik.

Klik di sini untuk beirta terkait.
(stb)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved