Kerja sama dengan Lemsaneg, KPU diminta tetap mandiri
Senin, 14 Oktober 2013 - 15:06 WIB
Kerja sama dengan Lemsaneg, KPU diminta tetap mandiri
A
A
A
Sindonews.com - Kerja sama antara Komisi Pemilihan Umum (KPU), dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) terus mendapat kritikan. Kali ini datang dari Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung.
"Kalau mendalami untuk efektivitas pemilu bisa saja, tetapi tetap dijaga independensi dan keterbukaan," kata Akbar di Kampus Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2013).
Ketika ditanya, apakah akan efektif kerja sama kedua lembaga ini, Akbar menjawab. "Yah saya belum tahu fungsi utama dari Lemsaneg itu apa," terangnya.
Ia hanya menekankan, agar lembaga pemilihan itu tetap independen dalam menjalankan tugasnya. Tak hanya itu, KPU juga diminta untuk mengedepankan prinsip kemandirian.
"Kalau dilakukan secara terbuka dan KPU mandiri, maka prinsip akuntabilitas harus di kedepankan. Jadi, terpenting menjaga prinsip mandiri, tidak dipengaruhi dan terbuka," tuntasnya.
Baca juga libatkan Lemsaneg preseden buruk bagi Pemilu 2014.
"Kalau mendalami untuk efektivitas pemilu bisa saja, tetapi tetap dijaga independensi dan keterbukaan," kata Akbar di Kampus Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2013).
Ketika ditanya, apakah akan efektif kerja sama kedua lembaga ini, Akbar menjawab. "Yah saya belum tahu fungsi utama dari Lemsaneg itu apa," terangnya.
Ia hanya menekankan, agar lembaga pemilihan itu tetap independen dalam menjalankan tugasnya. Tak hanya itu, KPU juga diminta untuk mengedepankan prinsip kemandirian.
"Kalau dilakukan secara terbuka dan KPU mandiri, maka prinsip akuntabilitas harus di kedepankan. Jadi, terpenting menjaga prinsip mandiri, tidak dipengaruhi dan terbuka," tuntasnya.
Baca juga libatkan Lemsaneg preseden buruk bagi Pemilu 2014.
(stb)