Paksakan MoU dengan Lemsaneg, KPU akan dicurigai
Jum'at, 11 Oktober 2013 - 17:51 WIB
Paksakan MoU dengan Lemsaneg, KPU akan dicurigai
A
A
A
Sindonews.com - Koordinator Forum Masyarakat Peduli Pemilu Indonesia (Formappi), Sebastian Salang menilai, jika akhirnya kerja sama yang dibentuk melalui Memorandum of Understanding (MoU) dipaksakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Lembaga Sandi Negara (Lembaga), hal itu akan menguatkan kecurigaan masyarakat.
"Ini saya khawatir gelombang penolakan semakin besar. Harusnya KPU menghindari kecurigaan di masyarakat. Kalau di DPR kan mayoritas, paling tidak mereka (DPR) curiga," kata Sebastian, di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2013).
Selain itu, kata Sebastian, KPU lebih baik menghindari polemik dengan memutus kerja sama tersebut. Pasalnya, jika hal itu dilanjutkan, KPU bakal dihabiskan energinya untuk membangun opini terkait kerja sama itu. "Lemsaneg lebih banyak bahayanya dari pada manfaatnya kalau terus dilakukan KPU," ungkapnya.
Tak sampai di situ, sebastian menilai terlalu berisiko KPU menjalin kerja sama tersebut. Sebab, nantinya berbagai macam pandangan miring terhadap independensi KPU bakal terus dilancarkan.
"Dengan kerja sama Lemsaneg, KPU telah melakukan imajinasi. Jangan-jangan KPU sudah mulai bermain-main. Jangan-jangan sudah ada yang mengatur dibelakangnya. Ini saya membayangkan kontrolnya bakal ke sana (pemerintah). Enggak mungkin Lemsaneg patuh ke KPU," paparnya.
Baca juga berita terkait, Lemsaneg jamin pemerintah tak bisa akses data KPU.
Hanura minta MoU KPU & Lemsaneg tak rugikan parpol.
"Ini saya khawatir gelombang penolakan semakin besar. Harusnya KPU menghindari kecurigaan di masyarakat. Kalau di DPR kan mayoritas, paling tidak mereka (DPR) curiga," kata Sebastian, di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2013).
Selain itu, kata Sebastian, KPU lebih baik menghindari polemik dengan memutus kerja sama tersebut. Pasalnya, jika hal itu dilanjutkan, KPU bakal dihabiskan energinya untuk membangun opini terkait kerja sama itu. "Lemsaneg lebih banyak bahayanya dari pada manfaatnya kalau terus dilakukan KPU," ungkapnya.
Tak sampai di situ, sebastian menilai terlalu berisiko KPU menjalin kerja sama tersebut. Sebab, nantinya berbagai macam pandangan miring terhadap independensi KPU bakal terus dilancarkan.
"Dengan kerja sama Lemsaneg, KPU telah melakukan imajinasi. Jangan-jangan KPU sudah mulai bermain-main. Jangan-jangan sudah ada yang mengatur dibelakangnya. Ini saya membayangkan kontrolnya bakal ke sana (pemerintah). Enggak mungkin Lemsaneg patuh ke KPU," paparnya.
Baca juga berita terkait, Lemsaneg jamin pemerintah tak bisa akses data KPU.
Hanura minta MoU KPU & Lemsaneg tak rugikan parpol.
(maf)