MoU KPU & Lemsaneg peluang pemerintah intervensi

Jum'at, 11 Oktober 2013 - 17:05 WIB
MoU KPU & Lemsaneg peluang...
MoU KPU & Lemsaneg peluang pemerintah intervensi
A A A
Sindonews.com - Kerja sama lewat Memorandum of Understanding (MoU) atas inisiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), buka ruang pemerintah untuk ikut campur dalam kemandirian penyelenggara pemilihan umum (pemilu).

Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI), Jeiry Sumampow mengatakan, menurut Undang-Undang Dasar (UUD), KPU adalah lembaga yang independen dan sepakat memisahkan diri dari kewenangan eksekutif.

Tetapi dengan kerja sama Lemsaneg, maka sifat keindependenannya menjadi hilang. "Kita mengerti pengamanannya. Tapi KPU sedang menarik eksekutif di dalamnya. Saya melihat justru ini rawan sekali," kata Jeiry, saat audiensi dengan komisioner KPU, di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2013).

Dikatakan Jeiry, KPU sendiri merupakan representasi lembaga sipil yang harus terpisah dengan kepentingan lain. Kata dia, masuknya Lemsaneg sebagai lembaga yang dibentuk untuk kepentingan militer, maka sudah barang tentu independensi KPU bakal berkurang.

"Pengelolaanya harus KPU. Enggak boleh ada lembaga lain. Karena data ini akan dikelola KPU. Kalau KPU libatkan Lemsaneg, KPU punya kekuatan kontrol apa?," tanyanya.

Ditambahkan Jeiry, kerja sama KPU dengan Lemsaneg secara subtansial keliru. Menurutnya, dengan anggaran yang cukup besar, seharusnya KPU mampu menyediakan tim (information technology) IT sendiri, tanpa melibatkan lembaga pemerintah. "Secara subtansial keliru karena menghilangkan unsur independen," pungkasnya.

Baca juga berita terkait, Lemsaneg jamin pemerintah tak bisa akses data KPU.
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Maruf Cahyono Gunakan...
Maruf Cahyono Gunakan Uang Gratifikasi untuk Renovasi Rumah dan Biayai Resepsi Pernikahan Anak
Yusril Minta Perpres...
Yusril Minta Perpres Pertahanan Negara Dipahami Utuh: Tidak Secara Khusus Berbicara mengenai LBGTQ
Menhut Siapkan Generasi...
Menhut Siapkan Generasi Baru Pemimpin Kehutanan melalui Penguatan SDM
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Minta Fee Proyek Pakai Istilah Uang Assalammualaikum
Kejagung Hormati Penggeledahan...
Kejagung Hormati Penggeledahan 12 Titik oleh Polri
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved