Popularitas tak jamin Prabowo & Ical sukses nyapres
Kamis, 10 Oktober 2013 - 17:58 WIB
Popularitas tak jamin Prabowo & Ical sukses nyapres
A
A
A
Sindonews.com - Popularitas yang dimiliki Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subijanto dan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie (Ical), yang mendominasi pemberitaan media, bakal mengantarkannya sukses jadi Presiden 2014 mendatang.
Hal itu dikatakan dosen Filsafat Politik Universitas Indonesia (UI) Donny Gahral Adian. Menurutnya, bagi tokoh calon presiden (capres) yang sudah mempunyai hubungan dekat (media darling), setidaknya mereka sudah memiliki poin bernama popularitas, disamping syarat lain yang bernama kapabilitas.
"Sejumlah nama saat ini masih mendominasi urutan berita oleh media, Prabowo lalu ada Aburizal Bakrie (ARB), disusul Wiranto, Megawati, dan Jusuf Kalla (JK)," ujar Donny dalam diskusi publik pemilu 2014 di Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selatan Kamis (10/10/2013).
Dikatakan Donny, unsur popularitas tidak memberi jaminan bagi tokoh tersebut untuk mulus menapaki RI satu. Walaupun di antara para kandidat itu ada yang menjadi pengusaha media. Namun begitu, ujian pertama yang sesungguhnya adalah melewati proses pemilihan legislatif (pileg).
"Asumsi saya Jika PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) berhasil mencapai angka 27 persen dan Golkar sampai 20 persen, maka ada dua partai besar. Artinya partai-partai lain di luar itu harus legowo untuk menerima untuk posisi sebagai calon wakil presiden," ujarnya.
Donny berpendapat, PDIP dan Golkar masih dijagokan kuat sebagai partai pemenang pada pemilu mendatang. Alasannya, dua partai tersebut dikatakannya masih memiliki bassis pemilih yang masih kuat dan tersebar di Indonesia.
Sedangkan Demokrat, sebagai partai penguasa tak menunjukan prestasi serius selama berkuasa hampir dua periode. Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung simbol keagamaan kini mengalami nasib yang sama, yakni kadernya banyak tersandung kasus korupsi.
"Golkar meski banyak diterpa berbagai kasus, sepertinya masih kuat dan mendominasi. Berbeda dengan PKS sebagai partai putih, jika ada noda sedikit saja itu cukup berpengaruh. Kalau PDIP, karena dia warna merah jadi tidak ada masalah jika kena noda hitam sekalipun," pungkasnya.
Hal itu dikatakan dosen Filsafat Politik Universitas Indonesia (UI) Donny Gahral Adian. Menurutnya, bagi tokoh calon presiden (capres) yang sudah mempunyai hubungan dekat (media darling), setidaknya mereka sudah memiliki poin bernama popularitas, disamping syarat lain yang bernama kapabilitas.
"Sejumlah nama saat ini masih mendominasi urutan berita oleh media, Prabowo lalu ada Aburizal Bakrie (ARB), disusul Wiranto, Megawati, dan Jusuf Kalla (JK)," ujar Donny dalam diskusi publik pemilu 2014 di Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selatan Kamis (10/10/2013).
Dikatakan Donny, unsur popularitas tidak memberi jaminan bagi tokoh tersebut untuk mulus menapaki RI satu. Walaupun di antara para kandidat itu ada yang menjadi pengusaha media. Namun begitu, ujian pertama yang sesungguhnya adalah melewati proses pemilihan legislatif (pileg).
"Asumsi saya Jika PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) berhasil mencapai angka 27 persen dan Golkar sampai 20 persen, maka ada dua partai besar. Artinya partai-partai lain di luar itu harus legowo untuk menerima untuk posisi sebagai calon wakil presiden," ujarnya.
Donny berpendapat, PDIP dan Golkar masih dijagokan kuat sebagai partai pemenang pada pemilu mendatang. Alasannya, dua partai tersebut dikatakannya masih memiliki bassis pemilih yang masih kuat dan tersebar di Indonesia.
Sedangkan Demokrat, sebagai partai penguasa tak menunjukan prestasi serius selama berkuasa hampir dua periode. Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung simbol keagamaan kini mengalami nasib yang sama, yakni kadernya banyak tersandung kasus korupsi.
"Golkar meski banyak diterpa berbagai kasus, sepertinya masih kuat dan mendominasi. Berbeda dengan PKS sebagai partai putih, jika ada noda sedikit saja itu cukup berpengaruh. Kalau PDIP, karena dia warna merah jadi tidak ada masalah jika kena noda hitam sekalipun," pungkasnya.
(maf)