Wibawa MK makin tergerus jika dipimpin Patrialis

Minggu, 06 Oktober 2013 - 08:46 WIB
Wibawa MK makin tergerus...
Wibawa MK makin tergerus jika dipimpin Patrialis
A A A
Sindonews.com - Sejak Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 2 Oktober 2013 lalu. Belum ada yang menggantikan jabatan tersebut.

Sementara ini tugas Ketua MK diambil alih Wakil Ketua MK Hamdan Zoelva. Namun dengan komposisi Hakim MK yang kini hanya berjumlah delapan orang, membuat lembaga penegak hukum tertinggi ini harus segera mencari Ketua MK dan Hakim Konstitusi pengganti Akil.

Pengamat Politik dari Universitas Airlangga, Haryadi, menilai MK harus dipimpin oleh hakim yang tidak memiliki latar belakang dari partai politik sebagaimana Akil Mochtar dan Patrialis Akbar.

"Ketika Pak Patrialis direkrut jadi anggota MK reaksinya luar biasa penolakan itu, seandainya mendudukkan Pak Patrialis sebagai Ketua MK, itu menyebabkan intitusi MK ini tuntas kehilangan wibawanya," tukas Haryasi kepada Sindonews, Minggu (6/10/2013).

Ketua MK, lanjut dia, harus memiliki figur pemegang keadilan yang jauh dari unsur politis dan memiliki integritas dalam memegang nilai-nilai keadilan di negeri ini. "Karena MK memerlukan figur yang punya integritas," kata dia.

Untuk diketahui, dalam kasus ini, KPK menetapkan adik Atut, Tubagus Chairy Wardana alias Wawan, Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, dan seorang advokat bernama Susi Tur Andayani sebagai tersangka. Wawan diduga hendak memberikan uang sebesar Rp1 miliar melalui pengacara yang dekat dengan Akil, Susi Tur Andayani.

KPK menangkap Wawan di rumahnya di Jalan Denpasar IV Nomor 35, Jakarta Selatan, pada Kamis 3 Oktober 2013 dini hari. Sementara Susi ditangkap di Lebak pada saat yang bersamaan. Terkait penyidikan kasus ini, KPK telah menggeledah kediaman Wawan di Jalan Denpasar. Baik Akil, Wawan, maupun Susi kini ditahan KPK.

Baca juga berita SBY berhentikan sementara Akil Mochtar.
(lal)
Berita Terkait
Gugatan Jaksa Dipecat...
Gugatan Jaksa Dipecat Karena Korupsi Ditolak Mahkamah Konstitusi
Perbedaan Mahkamah Konstitusi...
Perbedaan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung
Menjaga Martabat Mahkamah...
Menjaga Martabat Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Kembali Diuji
Menimbang Mahkamah Konstitusi...
Menimbang Mahkamah Konstitusi Hari Ini
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi dalam Pusaran Politik
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
MK Putuskan SD-SMP Negeri...
MK Putuskan SD-SMP Negeri dan Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved