Robert Tantular klaim tak tahu soal dana Rp6,7 triliun
Selasa, 01 Oktober 2013 - 03:00 WIB
Robert Tantular klaim tak tahu soal dana Rp6,7 triliun
A
A
A
Sindonews.com - Lagi-lagi mantan Direktur Utama PT Century Mega Investindo Robert Tantular mengaku, tidak mengetahui ke mana aliran dana talangan Bank Century Rp6,7 triliun.
Hal tersebut disampaikan Robert usai menjalani pemeriksaan lebih dari 10 jam hari ini, di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Robert yang mengenakan batik hijau lengan pendek bermotif itu tampak keluar pukul 20.09 WIB.
"Kan saya enggak tahu. Saya sudah di dalam Mabes Polri. Yah itu (siapa) saya enggak tahu. Biarkan KPK yang menginvestigasi," ujarnya di depan Gedung KPK, Jakarta, Senin (30/9/13) malam.
Dia menyampaikan dalam pemeriksaannya belum ada tambahan yang baru. Hanya, seperti yang dijelaskan oleh pengacaranya Andi F Simangunsong tadi pagi. "Iya sudah saya serahkan bukti-bukti (yang disampaikan pengacara saya)," tuturnya.
Dia mengaku penyidik tidak menanyakan soal mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), sekaligus anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Boedino. Serta, tidak ada pertanyaan soal mantan Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani.
Dikonfirmasi ulang soal aliran uang Rp6,7 triliun kemana saja, dia tetap mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu," tegasnya.
Selain penyerahan bukti, penyidik KPK juga tetap mendalami masalah dana talangan 6,7 triliun. Semestinya lanjut dia, minimal Rp3,2 triliun saja sudah bisa dikembalikan oleh Bank Mutiara kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). "Itu yang saya pertanyakan terus," bebernya.
Robert kembali mengklaim, bahwa Bank Century benar-benar dirampok oknum tertentu. Apalagi saat pengucuran, dia sudah di dalam tahanan Mabes Polri.
"Lalu dibilang saya yang merampok, bagaimana. Ya sekarang saya yang merasa dirampok," tandasnya.
Klik di sini untuk berita Century lainnya.
Hal tersebut disampaikan Robert usai menjalani pemeriksaan lebih dari 10 jam hari ini, di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Robert yang mengenakan batik hijau lengan pendek bermotif itu tampak keluar pukul 20.09 WIB.
"Kan saya enggak tahu. Saya sudah di dalam Mabes Polri. Yah itu (siapa) saya enggak tahu. Biarkan KPK yang menginvestigasi," ujarnya di depan Gedung KPK, Jakarta, Senin (30/9/13) malam.
Dia menyampaikan dalam pemeriksaannya belum ada tambahan yang baru. Hanya, seperti yang dijelaskan oleh pengacaranya Andi F Simangunsong tadi pagi. "Iya sudah saya serahkan bukti-bukti (yang disampaikan pengacara saya)," tuturnya.
Dia mengaku penyidik tidak menanyakan soal mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), sekaligus anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Boedino. Serta, tidak ada pertanyaan soal mantan Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani.
Dikonfirmasi ulang soal aliran uang Rp6,7 triliun kemana saja, dia tetap mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu," tegasnya.
Selain penyerahan bukti, penyidik KPK juga tetap mendalami masalah dana talangan 6,7 triliun. Semestinya lanjut dia, minimal Rp3,2 triliun saja sudah bisa dikembalikan oleh Bank Mutiara kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). "Itu yang saya pertanyakan terus," bebernya.
Robert kembali mengklaim, bahwa Bank Century benar-benar dirampok oknum tertentu. Apalagi saat pengucuran, dia sudah di dalam tahanan Mabes Polri.
"Lalu dibilang saya yang merampok, bagaimana. Ya sekarang saya yang merasa dirampok," tandasnya.
Klik di sini untuk berita Century lainnya.
(stb)