CT pastikan foto tunjuk SBY rekayasa
Jum'at, 27 September 2013 - 22:14 WIB
CT pastikan foto tunjuk SBY rekayasa
A
A
A
Sindonews.com - Chairul Tanjung (CT) membantah foto yang beredar di media online, maupun media sosial yang mengambarkan seakan-akan CT sedang menunjuk-nunjuk Presiden SBY, dan Ibu Negara Ani Yudhoyono beberapa hari yang lalu.
Menurut CT yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Panitia Nasional KTT APEC 2013, dalam menjalankan amanah sebagai Panitia Nasional KTT APEC 2013, dirinya berusaha melakukan tugas sebaik-baiknya.
Tidak pernah CT melakukan tindakan yang memarahi atau menunjuk-nunjuk presiden sebagaimana berita di beberapa media online dan sosial media.
"Saya orang yang sangat menghormati SBY sebagai pribadi maupun sebagai presiden," kata CT, melalui siaran persnya yang disampaikan kepada Sindonews, Jumat (27/9/2013).
Dia mengaku, tanggung jawab sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) adalah mensukseskan APEC bisa berlangsung dengan baik, mulai persiapan infrastruktur, konten, penyelenggaraan, media dan hubungan masyarakat, termasuk keamanan.
Dalam kaitan fungsi dan tanggung jawab itu, CT kemudian melaksanakan rapat-rapat koordinasi dan persiapan demi kesuksesan KTT APEC.
"Dalam rangka persiapan KTT APEC, Presiden SBY melakukan kunjungan ke Bali pada 23-25 September. Dan tentu sebagai panitia, saya mendahului pergi ke Bali pada 22 September, untuk melakukan koordinasi dan melakukan penjemputan ke bandara pada 23 September saat Presiden SBY tiba dari Palembang," jelas CT.
CT menyertai kunjungan Presiden SBY selama di Bali. "Jadi, praktis dalam kapasitas sebagai orang yang bertanggung jawab, saya mendampingi Presiden SBY dari kedatangan sampai kembalinya ke Jakarta. Hampir semua kegiatan presiden, saya ikuti dan saya memberi penjelasan yang dirasa perlu," terang CT.
Dalam kegiatan itu, selain mendengarkan laporan dalam rapat, Presiden SBY juga melakukan peninjauan ke lapangan, untuk mengecek infrastruktur, bandara, peresmian jalan tol dan pengecekan di Hotel Sofitel Luxury sebagai tempat retreat KTT APEC.
"Jadi, pada saat peninjauan itu, banyak diinformasikan kepada Presiden SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan pejabat pendamping presiden. Dalam kegiatan itu, tidak pernah ada kegiatan memarahi, atau menunjuk-nunjuk presiden," tegasnya.
"Sebagai orang Indonesia yang menghargai sopan santun dan tatakrama, tindakan yang tidak pada tempatnya, tidak dan tidak akan pernah saya lalukan kepada orang yang lebih tua, apalagi kepada Presiden Indonesia yang merupakan lambang negara. Buat saya, Presiden SBY adalah lambang negara, yang harus dihormati oleh siapa pun sebagaimana lambang negara yang lain, seperti lagu Indonesia Raya dan bendera Merah Putih," lanjut CT.
Dengan penjelasan ini, CT menegaskan bahwa tidak pernah ada kejadian seperti apa yang diberitakan selama ini. Bahkan, pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada pemotret foto asli, yakni fotografer resmi kepresidenan Abror Rizki.
Menurut CT, Abror secara tegas menyatakan, foto yang asli tidak memperlihatkan CT sedang menunjuk-nunjuk presiden. Dari foto asli jelas terlihat bahwa CT sedang mengangkat jempolnya pada saat memberikan penjelasan mengenai kondisi ruangan penunjang retreat, dan kelangkapannya di depan Presiden SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan pejabat yang menyertai.
"Karena itu, saya meminta orang-orang yang melakukan rekayasa gambar maupun menyampaikan informasi yang tidak benar, untuk tidak melakukannya lagi. Karena hal itu tentu tidak baik, untuk dirinya sendiri maupun orang lain," pinta CT.
Menurut CT yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Panitia Nasional KTT APEC 2013, dalam menjalankan amanah sebagai Panitia Nasional KTT APEC 2013, dirinya berusaha melakukan tugas sebaik-baiknya.
Tidak pernah CT melakukan tindakan yang memarahi atau menunjuk-nunjuk presiden sebagaimana berita di beberapa media online dan sosial media.
"Saya orang yang sangat menghormati SBY sebagai pribadi maupun sebagai presiden," kata CT, melalui siaran persnya yang disampaikan kepada Sindonews, Jumat (27/9/2013).
Dia mengaku, tanggung jawab sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) adalah mensukseskan APEC bisa berlangsung dengan baik, mulai persiapan infrastruktur, konten, penyelenggaraan, media dan hubungan masyarakat, termasuk keamanan.
Dalam kaitan fungsi dan tanggung jawab itu, CT kemudian melaksanakan rapat-rapat koordinasi dan persiapan demi kesuksesan KTT APEC.
"Dalam rangka persiapan KTT APEC, Presiden SBY melakukan kunjungan ke Bali pada 23-25 September. Dan tentu sebagai panitia, saya mendahului pergi ke Bali pada 22 September, untuk melakukan koordinasi dan melakukan penjemputan ke bandara pada 23 September saat Presiden SBY tiba dari Palembang," jelas CT.
CT menyertai kunjungan Presiden SBY selama di Bali. "Jadi, praktis dalam kapasitas sebagai orang yang bertanggung jawab, saya mendampingi Presiden SBY dari kedatangan sampai kembalinya ke Jakarta. Hampir semua kegiatan presiden, saya ikuti dan saya memberi penjelasan yang dirasa perlu," terang CT.
Dalam kegiatan itu, selain mendengarkan laporan dalam rapat, Presiden SBY juga melakukan peninjauan ke lapangan, untuk mengecek infrastruktur, bandara, peresmian jalan tol dan pengecekan di Hotel Sofitel Luxury sebagai tempat retreat KTT APEC.
"Jadi, pada saat peninjauan itu, banyak diinformasikan kepada Presiden SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan pejabat pendamping presiden. Dalam kegiatan itu, tidak pernah ada kegiatan memarahi, atau menunjuk-nunjuk presiden," tegasnya.
"Sebagai orang Indonesia yang menghargai sopan santun dan tatakrama, tindakan yang tidak pada tempatnya, tidak dan tidak akan pernah saya lalukan kepada orang yang lebih tua, apalagi kepada Presiden Indonesia yang merupakan lambang negara. Buat saya, Presiden SBY adalah lambang negara, yang harus dihormati oleh siapa pun sebagaimana lambang negara yang lain, seperti lagu Indonesia Raya dan bendera Merah Putih," lanjut CT.
Dengan penjelasan ini, CT menegaskan bahwa tidak pernah ada kejadian seperti apa yang diberitakan selama ini. Bahkan, pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada pemotret foto asli, yakni fotografer resmi kepresidenan Abror Rizki.
Menurut CT, Abror secara tegas menyatakan, foto yang asli tidak memperlihatkan CT sedang menunjuk-nunjuk presiden. Dari foto asli jelas terlihat bahwa CT sedang mengangkat jempolnya pada saat memberikan penjelasan mengenai kondisi ruangan penunjang retreat, dan kelangkapannya di depan Presiden SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan pejabat yang menyertai.
"Karena itu, saya meminta orang-orang yang melakukan rekayasa gambar maupun menyampaikan informasi yang tidak benar, untuk tidak melakukannya lagi. Karena hal itu tentu tidak baik, untuk dirinya sendiri maupun orang lain," pinta CT.
(stb)