Perludem: Revisi UU Pilpres akan alot

Sabtu, 28 September 2013 - 09:00 WIB
Perludem: Revisi UU...
Perludem: Revisi UU Pilpres akan alot
A A A
Sindonews.com - Rencana merevisi Undang-Undang Pemilu Presiden (Pilpres) masih buntu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI belum juga mengambil keputusan. Namun, jika UU Pilpres direvisi, maka prosesnya tidak akan berjalan cepat, tarik menarik kepentingan tidak dapat dihindarkan.

"Kalau diputuskan pembahasan akan dilanjutkan, saya yakin prosesnya juga tidak akan bisa cepat. Sekarang saja sudah terbukti mereka deadlock berkali-kali," ujar Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Jumat (27/9/2013).

Jika proses pembahasan terlambat, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu akan tersandra.

"Akhirnya kan penyelenggara pemilu yang menjadi tersandera, diantara ketidakpastian pelaksanaan tahapan pemilu," imbuhnya.

Selain itu, jika revisi jadi dilakukan, dikhawatirkan partai politik hanya memperjuangkan kepentingan masing-masing. Tidak memperdebatkan substansi yang mengarah ke perbaikan kualitas pemilu.

"Kalau begitu ritme di Baleg, lebih baik tidak ada perubahan UU Pilpres ketimbang hanya jadi ajang pemborosan dan diskusi yang tidak efektif," tukasnya.

Namun, hingga saat ini, fraksi-fraksi di DPR masih terpecah, lima fraksi menolak revisi UU Pilpres Nomor 42 tahun 2008 dilanjutkan. Kelimanya adalah Fraksi Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sementara, mereka yang setuju dilakukan revisi adalah Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Hanura.
(stb)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved