PDIP dorong media ungkap rekam jejak capres
Jum'at, 13 September 2013 - 18:22 WIB
PDIP dorong media ungkap rekam jejak capres
A
A
A
Sindonews.com - Penduduk Indonesia akan segera memilih presiden baru pengganti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pemilu 2014. Namun, masyarakat diminta berhati-hati dalam menentukan pilihannya.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Maruarar Sirait mengatakan, media harus mengungkap rekam jejak semua calon presiden (Capres) yang akan berkompetisi pada Pemilu 2014 nanti. Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak salah dalam memilih pemimpin.
"Semua capres harusnya dipublikasikan rekam jejaknya," kata Ara sapaan Maruarar usai diskusi di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2013).
Anggota Komisi XI DPR RI ini mengatakan, partai politik harus memenuhi harapan publik. Dia menilai, jangan sampai pilpres hanya menjadi pertarungan antar elite tapi harus menjadi pertarungan publik. Jangan sampai pilpres tidak memberikan pendidikan politik kepada rakyat.
"Agar rakyat Indonesia tidak membeli kucing dalam karung jangan sampai salah memilih, caranya dengan memberikan informasi yang benar. Semua capres dibuka rekam jejaknya," pungkasnya.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Maruarar Sirait mengatakan, media harus mengungkap rekam jejak semua calon presiden (Capres) yang akan berkompetisi pada Pemilu 2014 nanti. Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak salah dalam memilih pemimpin.
"Semua capres harusnya dipublikasikan rekam jejaknya," kata Ara sapaan Maruarar usai diskusi di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2013).
Anggota Komisi XI DPR RI ini mengatakan, partai politik harus memenuhi harapan publik. Dia menilai, jangan sampai pilpres hanya menjadi pertarungan antar elite tapi harus menjadi pertarungan publik. Jangan sampai pilpres tidak memberikan pendidikan politik kepada rakyat.
"Agar rakyat Indonesia tidak membeli kucing dalam karung jangan sampai salah memilih, caranya dengan memberikan informasi yang benar. Semua capres dibuka rekam jejaknya," pungkasnya.
(kri)