PKS: Target KPU hanya realistis untuk pileg
Jum'at, 13 September 2013 - 01:02 WIB
PKS: Target KPU hanya realistis untuk pileg
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra mengatakan target Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan realistis hanya untuk pemilu legislatif (Pileg). Sedangkan untuk pemilihan presiden (Pilpres) dinilai tidak akan mencapai target 75 persen pemilih.
“Kalau pilpres tidak seoptimis pileg. Pilpres di bawah itu (target KPU) dan tidak akan jauh berbeda dengan pilkada,” ungkap kepada SINDO, Kamis (12 September 2013).
Pileg yang melibatkan banyak tokoh dan kader-kader terbaik dari setiap desa dan komunitas akan mendorong pendukungnya untuk memilih. Menurutnya proses kampanye akan lebih masif jika dibandingkan pilpres. Pasalnya setiap partai memiliki kader atau caleg yang memiliki keterikatan hingga tingkat RT.
“Itu membuat tidak ada ruang kosong seperti pilkada atau pilpres. Karena belum tentu memiliki keterikatan,” katanya. Sistem proposional terbuka membuat caleg akan melakukan mobilisasi secara meluas sehingga pemilih akan tertarik untuk memilih.
Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah partisipasi pemilih dalam menggunakan hak suaranya pada pemilu semakin menurun. Meski demikian, KPU memberanikan diri memasang target pemilih dalam Pemilu 2014 hingga 75 persen.
“Kami pasang target partisipasi pemilu hingga 75 persen. Itu target nasional. Berbagai upaya akan kami lakukan untuk mendorong itu,” ujar Komisioner KP Ferry Kurnia Rizkiyansyah dalam acara Orientasi Pers KPU, Selasa (3 September 2013).
Ia mengatakan, angka itu dipasang berdasar jumlah pemilih pada Pemilu 2009, yaitu 71 persen.
“Kalau pilpres tidak seoptimis pileg. Pilpres di bawah itu (target KPU) dan tidak akan jauh berbeda dengan pilkada,” ungkap kepada SINDO, Kamis (12 September 2013).
Pileg yang melibatkan banyak tokoh dan kader-kader terbaik dari setiap desa dan komunitas akan mendorong pendukungnya untuk memilih. Menurutnya proses kampanye akan lebih masif jika dibandingkan pilpres. Pasalnya setiap partai memiliki kader atau caleg yang memiliki keterikatan hingga tingkat RT.
“Itu membuat tidak ada ruang kosong seperti pilkada atau pilpres. Karena belum tentu memiliki keterikatan,” katanya. Sistem proposional terbuka membuat caleg akan melakukan mobilisasi secara meluas sehingga pemilih akan tertarik untuk memilih.
Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah partisipasi pemilih dalam menggunakan hak suaranya pada pemilu semakin menurun. Meski demikian, KPU memberanikan diri memasang target pemilih dalam Pemilu 2014 hingga 75 persen.
“Kami pasang target partisipasi pemilu hingga 75 persen. Itu target nasional. Berbagai upaya akan kami lakukan untuk mendorong itu,” ujar Komisioner KP Ferry Kurnia Rizkiyansyah dalam acara Orientasi Pers KPU, Selasa (3 September 2013).
Ia mengatakan, angka itu dipasang berdasar jumlah pemilih pada Pemilu 2009, yaitu 71 persen.
(kri)