IPW minta Polri ungkap kasus penembakan Sukardi

Rabu, 11 September 2013 - 11:38 WIB
IPW minta Polri ungkap...
IPW minta Polri ungkap kasus penembakan Sukardi
A A A
Sindonews.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menegaskan, pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus bergerak cepat untuk mengungkap dalang, serta pelaku penembakan terhadap anggota Provost Poloairud Bripka Sukardi yang terjadi pada hari Selasa 10 Spetmeber 2013 malam di depan Gedung Komisi Pembarantasa Korupsi (KPK).

"Polisi harus bergerak cepat mengungkap kasus penembakan ini," tegas Neta kepada Sindonews, Jakarta, Rabu (11/9/2013).

Hal tersebut ditegaskan oleh Neta, agar anggota Kepolisian merasa aman dalam setiap menjalankan tugasnya, serta tren aksi kejahatan penembakan misterius yang selama ini marak bisa diselesaikan.

"Sehingga tren kejahatan aksi penembakan misterius ini bisa disudahi," tandas Neta.

Klik di sini untuk berita polisi ditembak di depan gedung KPK
(stb)
Berita Terkait
Terkait Penembakan Gamma,...
Terkait Penembakan Gamma, Kapolrestabes Semarang Penuhi Panggilan Komisi III DPR
Pasca Penembakan di...
Pasca Penembakan di Kafe Cengkareng, Lalu Lintas Sepanjang Daan Mogot Lumpuh
Baru Bebas dari Penjara,...
Baru Bebas dari Penjara, Rapper AS Diberondong 64 Peluru
Eksekutor Penembakan...
Eksekutor Penembakan Anggota Dishub Merupakan Oknum Anggota Polisi
Senjata Api Eksekutor...
Senjata Api Eksekutor Anggota Dishub Dipesan dari Jaringan Teroris
Sempat Pakai Dukun,...
Sempat Pakai Dukun, Kasatpol PP Makassar Rencanakan Pembunuhan Sejak Tahun 2020
Berita Terkini
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved