Poempida: Aturan pembatasan alat peraga aneh

Sabtu, 07 September 2013 - 03:32 WIB
Poempida: Aturan pembatasan...
Poempida: Aturan pembatasan alat peraga aneh
A A A
Sindonews.com - Politikus Partai Golkar Poempida Hidayatullah mengatakan menghormati aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai pembatasan alat peraga calon anggota legislatif (Caleg). Namun demikian, dia mengaku sangat ragu aturan itu dapat terealisasi.

“Buktinya dengan Undang-Undang Tipikor dan KPK yang korupsi juga bertambah banyak. Sistem pengawasan kita sangat lemah. Pengawasan dan penegakan hukum menjadi isu yang paling sangat mengakhawatirkan,” katanya saat ditemui SINDO di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6 September 2013).

Poempida mengatakan akan mengikuti aturan ini sebagaimana yang ditetapkan KPU. Namun sebagai negara demokrasi, banyak opini menilai bahwa aturan ini mempersempit sosialisasi diri caleg. Ia berharap, aturan itu dapat dilakukan revisi.

“Caranya macam-macam dapat melalui PTUN dan macam-macam kan bisa,” kata Anggota Komisi IX DPR ini.

Menurutnya, sekarang ini sistemnya terbuka terbatas. Menurutnya, para pemilih harus mengenal orang. Jika kemudian dibatasi aneh sekali. Pasalnya, bagaimana orang dapat mengenal caleg jika tidak dapat mensosialisasikan dengan baik.

“Kalau zaman dahulu yang dipilih partai itu ceritanya lain. Tetapi undang-undang kan sistem suara terbanyak dan masyarakat dapat langsung memilih caleg secara langsung. Ini alat untuk memperkenalkan kita kepada masyarakat,” ungkapnya.
(kri)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Yusril Ingatkan Kejagung...
Yusril Ingatkan Kejagung Profesional dan Transparan Tangani Kasus Febrie Adriansyah
BPOM Bongkar Peredaran...
BPOM Bongkar Peredaran 2,1 Juta Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar
Bertemu Panglima TNI,...
Bertemu Panglima TNI, Kapolri Ungkap Ada yang Ingin Pecah Belah Sinergitas TNI-Polri
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Anggap Kapolri Sahabat,...
Anggap Kapolri Sahabat, Jaksa Agung: Jangan Berpikir Kami Ini Rival
Momen Salam Komando...
Momen Salam Komando Jaksa Agung dan Kapolri
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved