Belum selesaikan Jakarta, Jokowi diminta tak nyapres
Sabtu, 07 September 2013 - 05:05 WIB
Belum selesaikan Jakarta, Jokowi diminta tak nyapres
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi meminta agar Gubernur Joko Widodo alias Jokowi tak maju sebagai calon presiden (Capres) untuk Pemilu 2014.
Pasalnya, masih banyak persoalan di ibu kota yang belum mampu diselesaikannya. Karena itu, pria asal Solo ini diminta untuk tidak nyapres.
"Secara pribadi selesaikan dahulu masalah Jakarta, kalau Jakarta selesai ya baru boleh,pembenahan Jakarta harus ditanggulangi dengan baik, belum semua selesai," terang Prasetyo di Ecovention Park, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (6/9/2013) malam.
Ketika ditanya keuntungannya Jokowi tidak nyapres, ia pun tak memikirkan hal tersebut. Yang terpenting tak ada pencapresan untuk Jokowi di pemilu mendatang.
"Politik enggak ada untung rugi, intinya Jokowi selesaikan dahulu masalah Jakarta," tegasnya.
Kendati demikian, Prasteyo menyerahkan seluruh keputusan Capres PDIP kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Kalau ketua umum bilang si A atau B atau C kita siap dukung. Kami sebagai anak buah dia PDIP kami kembali ke ketua umum, kongres di Bali tegaskan semua ada di tangan ketua umum," tuntasnya.
Klik berita soal sinyal PDIP akan usung Jokowi sebagai capres.
Pasalnya, masih banyak persoalan di ibu kota yang belum mampu diselesaikannya. Karena itu, pria asal Solo ini diminta untuk tidak nyapres.
"Secara pribadi selesaikan dahulu masalah Jakarta, kalau Jakarta selesai ya baru boleh,pembenahan Jakarta harus ditanggulangi dengan baik, belum semua selesai," terang Prasetyo di Ecovention Park, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (6/9/2013) malam.
Ketika ditanya keuntungannya Jokowi tidak nyapres, ia pun tak memikirkan hal tersebut. Yang terpenting tak ada pencapresan untuk Jokowi di pemilu mendatang.
"Politik enggak ada untung rugi, intinya Jokowi selesaikan dahulu masalah Jakarta," tegasnya.
Kendati demikian, Prasteyo menyerahkan seluruh keputusan Capres PDIP kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Kalau ketua umum bilang si A atau B atau C kita siap dukung. Kami sebagai anak buah dia PDIP kami kembali ke ketua umum, kongres di Bali tegaskan semua ada di tangan ketua umum," tuntasnya.
Klik berita soal sinyal PDIP akan usung Jokowi sebagai capres.
(kri)