Pemilu 2014 berbahaya jika KPU lambat finalisasi DPT

Jum'at, 06 September 2013 - 15:06 WIB
Pemilu 2014 berbahaya...
Pemilu 2014 berbahaya jika KPU lambat finalisasi DPT
A A A
Sindonews.com - Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampouw mengungkapkan, pada pemilihan umum (pemilu) sebelumnya data Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak pernah pasti.

Menurutnya, meskipun pada saat itu KPU pernah mengumumkan DPT di bulan Oktober 2008, namun terus saja data tersebut dimutakhirkan.

"KPU akan mengulangi apa yang dilakukan KPU sebelumnya, dengan membiarkan DPT itu tidak pasti," katanya kepada wartawan, Jumat (6/9/2013).

Sehingga menurutnya, jika memang Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak sanggup melakukan pemutakhiran data secara final, seharusnya dikatakan saja. Namun tentunya KPU harus memastikan kapan waktu untuk menetapkan DPT, setelah itu tentunya tidak boleh lagi ada perubahan.

"Kalau KPU sekarang ini belum bisa memfinalisasi DPT. Lebih baik melakukan perbaikan lagi. Sampai batas waktu tertentu. Itu benar-benar pasti. Itu berbahaya menurut saya," ungkapnya.

Kemudian selain dapat digunakan untuk tindakan kecurangan, jika DPT dapat diubah tentu akan membuat penyediaan logistik akan berantakan. Pasalnya, DPT menjadi dasar logistik pemilu. "DPT harus final dan tidak berubah-ubah. Dengan tetap dan final menutup kemungkinan terjadinya manipulasi," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Infografis
3 Negara Paling Sengsara...
3 Negara Paling Sengsara Jika Iran Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved