Kompolnas akui tugas Polri berat jelang pemilu
Senin, 02 September 2013 - 11:25 WIB
Kompolnas akui tugas Polri berat jelang pemilu
A
A
A
Sindonews.com - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Hamidah Abdurrahman mengakui, menjelang pesta demokrasi 2014 mendatang, tugas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) cukup berat.
Menurut Hamidah, terlebih pada saat ini Polri mengalami berbagai keterbatasan, yakni keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), keterbatasan anggaran, fasilitas dan sarana.
"Tugas polisi di tahun 2014 nanti memang berat, harus diakui dengan keterbatasan SDM, anggaran dan sarana polisi menjadi penjaga ketertiban negeri memang penuh tantangan," kata Hamidah dalam pesan singkatnya kepada Sindonews, Senin (2/9/2013).
Namun, Hamidah menjelaskan, seberat apapun tugas Polri menjelang Pemilu tahun 2014 mendatang, Polri harus tetap melaksanakan tugasnya. "Namun, itu tugas khusus, ya harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," tandasnya.
Seperti yang diberitakan Sindonews sebelumnya, menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Timur Pradopo mengumpulkan seluruh jajaran Kapolres se-Indonesia di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan guna memberikan pengarahan serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pemilu baik pemilihan presiden, pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah.
"Kita sedang menyelenggarakan apel Kasatwil (kepala satuan wilayah), yang dihadiri jajaran Kapolres dan unsur pimpinan yang lain," kata Timur Pradopo, Kapolri di STIK, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2013).
Selain itu, Timur juga mengatakan bahwa Kegiatan apel tersebut diikuti oleh sekitar 450 Kapolres dan Kapolrestabes yang rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari ke depan. Sehingga diharapkan, para petugas yang nantinya akan mengamankan pemilu dapat bekerja secara optimal setelah diberikan arahan.
"Tahun ini kan agendanya tahun politik, jadi semuanya harus bersiap. Evaluasi semua tugas apa yang penting," tegas Timur.
Selain itu, dalam kegiatan apel tersebut juga rencananya akan diadakan penandatanganan zona integritas kawasan bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di lingkungan Polri.
Menurut Hamidah, terlebih pada saat ini Polri mengalami berbagai keterbatasan, yakni keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), keterbatasan anggaran, fasilitas dan sarana.
"Tugas polisi di tahun 2014 nanti memang berat, harus diakui dengan keterbatasan SDM, anggaran dan sarana polisi menjadi penjaga ketertiban negeri memang penuh tantangan," kata Hamidah dalam pesan singkatnya kepada Sindonews, Senin (2/9/2013).
Namun, Hamidah menjelaskan, seberat apapun tugas Polri menjelang Pemilu tahun 2014 mendatang, Polri harus tetap melaksanakan tugasnya. "Namun, itu tugas khusus, ya harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," tandasnya.
Seperti yang diberitakan Sindonews sebelumnya, menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Timur Pradopo mengumpulkan seluruh jajaran Kapolres se-Indonesia di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan guna memberikan pengarahan serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pemilu baik pemilihan presiden, pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah.
"Kita sedang menyelenggarakan apel Kasatwil (kepala satuan wilayah), yang dihadiri jajaran Kapolres dan unsur pimpinan yang lain," kata Timur Pradopo, Kapolri di STIK, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2013).
Selain itu, Timur juga mengatakan bahwa Kegiatan apel tersebut diikuti oleh sekitar 450 Kapolres dan Kapolrestabes yang rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari ke depan. Sehingga diharapkan, para petugas yang nantinya akan mengamankan pemilu dapat bekerja secara optimal setelah diberikan arahan.
"Tahun ini kan agendanya tahun politik, jadi semuanya harus bersiap. Evaluasi semua tugas apa yang penting," tegas Timur.
Selain itu, dalam kegiatan apel tersebut juga rencananya akan diadakan penandatanganan zona integritas kawasan bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di lingkungan Polri.
(maf)