PKS akan klarifikasi kadernya terkait audit Hambalang
Senin, 26 Agustus 2013 - 13:50 WIB
PKS akan klarifikasi kadernya terkait audit Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan memanggil anggotanya yang masuk dalam audit investigasi Hambalang jilid II oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Kami akan mengklarifikasi di fraksi, insya Allah di rapat fraksi terdekat, dari inisial ini ada yang di PKS," kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2013).
Pria yang akrab disapa HNW ini, PKS akan mempertanyakan kepada anggota fraksi mengapa namanya bisa tercantum dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan bagaimana proses pembahasan anggaran proyek Hambalang. "Kami akan tanyakan mengapa (ada nama diaudit), ini pembahasan anggaran memang tidak sederhana," tegasnya.
Kendati demikian, HNW menjelaskan jika klarifikasi itu tidak akan disampaikan ke publik sampai BPK merilis secara resmi nama yang masuk dalam audit tersebut. "Kami akan mengklarifikasi, tentu isinya apa juga tidak akan kami sampaikan ke publik, kami tidak berani menyebut sampai BPK menyebutkan secara resmi ke publik," pungkasnya.
Sebelumnya, politikus PKS Akbar Zulfakar (AZ), namanya masuk dalam hasil audit BPK terhadap Hambalang jilid II. Dia pun telah membantah ikut memuluskan persetujuan anggaran proyek tersebut.
"Harusnya itu (tidak ikut tandatangan) dicatat juga malah dicatat semua ditandatangani dan memuluskan. Kalau memuluskan saya pasti tanda tangan. Tetapi kan saya tidak tanda tangan. Artinya saya tidak memuluskan," tegas dia sebelumnya.
Untuk diketahui, ada 15 inisial anggota DPR yang disebut BPK terkait dengan dugaan penyimpangan dalam persetujuan anggaran Hambalang.
Mereka yang diduga masuk dari 15 nama berdasarkan kedekatan inisial adalah, MNS (Mahyuddin NS, Partai Demokrat), RCA (Rully Chairul Azwar, Partai Golkar), HA (Hery Akhmadi, PDIP), AHN (Abdul Hakam Naja, PAN), APPS (Angelina Patrisia Pingkan Sondakh, Partai Demokrat), WK (I Wayan Koster, PDIP), KM (Kahar Muzakir, Partai Golkar), dan JA (Juhaini Alie, Partai Demokrat).
Berikutnya, UA (Utut Adianto, PDIP), AZ (Akbar Zulfakar, PKS), EHP (Eko Hendro Purnomo, PAN), MY (Machmud Yunus, PPP), MHD (Muhammad Hanif Dhakiri, PKB), HLS (Herry Lontung Siregar, Partai Hanura), MI (Mardiana Idraswari, PAN).
Serta nama Kepala Bagian Set Komisi X DPR RI yang berinisial AGS (Agus Salim) yang turut bersama-sama karena acap kali tidak menyusun risalah Rapat Dengar Pendapat (RDP). Khususnya Risalah RDP Desember 2010 antara Pimpinan, Kapoksi, dan Pokja Anggaran dari Komisi DPR RI dengan pejabat Eselon I Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
"Kami akan mengklarifikasi di fraksi, insya Allah di rapat fraksi terdekat, dari inisial ini ada yang di PKS," kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2013).
Pria yang akrab disapa HNW ini, PKS akan mempertanyakan kepada anggota fraksi mengapa namanya bisa tercantum dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan bagaimana proses pembahasan anggaran proyek Hambalang. "Kami akan tanyakan mengapa (ada nama diaudit), ini pembahasan anggaran memang tidak sederhana," tegasnya.
Kendati demikian, HNW menjelaskan jika klarifikasi itu tidak akan disampaikan ke publik sampai BPK merilis secara resmi nama yang masuk dalam audit tersebut. "Kami akan mengklarifikasi, tentu isinya apa juga tidak akan kami sampaikan ke publik, kami tidak berani menyebut sampai BPK menyebutkan secara resmi ke publik," pungkasnya.
Sebelumnya, politikus PKS Akbar Zulfakar (AZ), namanya masuk dalam hasil audit BPK terhadap Hambalang jilid II. Dia pun telah membantah ikut memuluskan persetujuan anggaran proyek tersebut.
"Harusnya itu (tidak ikut tandatangan) dicatat juga malah dicatat semua ditandatangani dan memuluskan. Kalau memuluskan saya pasti tanda tangan. Tetapi kan saya tidak tanda tangan. Artinya saya tidak memuluskan," tegas dia sebelumnya.
Untuk diketahui, ada 15 inisial anggota DPR yang disebut BPK terkait dengan dugaan penyimpangan dalam persetujuan anggaran Hambalang.
Mereka yang diduga masuk dari 15 nama berdasarkan kedekatan inisial adalah, MNS (Mahyuddin NS, Partai Demokrat), RCA (Rully Chairul Azwar, Partai Golkar), HA (Hery Akhmadi, PDIP), AHN (Abdul Hakam Naja, PAN), APPS (Angelina Patrisia Pingkan Sondakh, Partai Demokrat), WK (I Wayan Koster, PDIP), KM (Kahar Muzakir, Partai Golkar), dan JA (Juhaini Alie, Partai Demokrat).
Berikutnya, UA (Utut Adianto, PDIP), AZ (Akbar Zulfakar, PKS), EHP (Eko Hendro Purnomo, PAN), MY (Machmud Yunus, PPP), MHD (Muhammad Hanif Dhakiri, PKB), HLS (Herry Lontung Siregar, Partai Hanura), MI (Mardiana Idraswari, PAN).
Serta nama Kepala Bagian Set Komisi X DPR RI yang berinisial AGS (Agus Salim) yang turut bersama-sama karena acap kali tidak menyusun risalah Rapat Dengar Pendapat (RDP). Khususnya Risalah RDP Desember 2010 antara Pimpinan, Kapoksi, dan Pokja Anggaran dari Komisi DPR RI dengan pejabat Eselon I Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
(maf)