Kader PAN nilai, partainya terlalu nurut sama Demokrat
Jum'at, 23 Agustus 2013 - 20:27 WIB
Kader PAN nilai, partainya terlalu nurut sama Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Pergurus Partai Amanat Nasional (PAN) merasa khawatir, dengan posisi partai bernomor urut delapan itu dalam koalisi di dalam pemerintahan.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Daerah Istimewa Yogyakarta Imawan Wahyudi, partainya akan mengalami masalah besar kalau tidak segera mengubah strategi politik jelang Pemilu 2014.
"Setiap kali kenaikan BBM (bahan bakar minyak), PAN jadi tumpuan untuk ikut menanggung resiko politik yang berseberangan dengan masyarakat. Tapi saat muncul BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat), Presiden SBY mengatakan BLSM bisa diwujudkan karena adanya dukungan Partai Demokrat," ungkap Imawan di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (23/8/2013).
Imawan menambahkan, PAN memiliki problem dalam hal dialektika dan retorika sebagai anggota koalisi. Dia menegaskan PAN terlalu nurut kepada Partai Demokrat, sebagai pimpinan koalisi. "PAN enggak kumanan (kebagian), kalau sepenuhnya mengikuti logika sebagai anggota koalisi," jelasnya.
Imawan menyarankan agar, Ketua Umum Hatta Rajasa mengambil strategi politik yang tepat dan cerdas jelang pemilu. Diakuinya, partai berseragam biru ini harus tetap mandiri dan tegas dalam bersikap.
"Betapapun kami berkoalisi, menjelang Pemilu 2014 kami harus punya agenda-agenda yang sesuai dengan harapan-harapan arus bawah PAN," tuntasnya.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Daerah Istimewa Yogyakarta Imawan Wahyudi, partainya akan mengalami masalah besar kalau tidak segera mengubah strategi politik jelang Pemilu 2014.
"Setiap kali kenaikan BBM (bahan bakar minyak), PAN jadi tumpuan untuk ikut menanggung resiko politik yang berseberangan dengan masyarakat. Tapi saat muncul BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat), Presiden SBY mengatakan BLSM bisa diwujudkan karena adanya dukungan Partai Demokrat," ungkap Imawan di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (23/8/2013).
Imawan menambahkan, PAN memiliki problem dalam hal dialektika dan retorika sebagai anggota koalisi. Dia menegaskan PAN terlalu nurut kepada Partai Demokrat, sebagai pimpinan koalisi. "PAN enggak kumanan (kebagian), kalau sepenuhnya mengikuti logika sebagai anggota koalisi," jelasnya.
Imawan menyarankan agar, Ketua Umum Hatta Rajasa mengambil strategi politik yang tepat dan cerdas jelang pemilu. Diakuinya, partai berseragam biru ini harus tetap mandiri dan tegas dalam bersikap.
"Betapapun kami berkoalisi, menjelang Pemilu 2014 kami harus punya agenda-agenda yang sesuai dengan harapan-harapan arus bawah PAN," tuntasnya.
(stb)