Ikut Konvensi Demokrat, kader PDIP harus mundur

Kamis, 22 Agustus 2013 - 18:28 WIB
Ikut Konvensi Demokrat,...
Ikut Konvensi Demokrat, kader PDIP harus mundur
A A A
Sindonews.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristianto menegaskan, jika ada kader PDIP yang ikut konvensi semi terbuka Partai Demokrat, harus mundur.

"Otomatis, seperti itu. Normanya kan akan jadi anggota parpol (partai politik) konvensi itu (Partai Demokrat)," kata Hasto saat dihubungi wartawan, Kamis (22/8/2013).

Kata dia, aturan itu juga berlaku andai kader mereka telah menyanggupi ajakan konvensi meski belum tentu terpilih. "Setelah jadi anggota dari partai lain, otomatis keanggotaannya tidak ada lagi di PDIP meski dia belum terpilih di konvensi," tegasnya.

Sebelumnya, Hasto juga menyayangkan Demokrat yang membuka peluang kader lain untuk ikut mekanisme itu. "Kalau selama ini suatu konvensi dari parpol (partai politik) itu norma yang diambil orang itu punya kesepahaman dengan platform (rencana kerja) parpol. Itu anggota dari parpol yang bersangkutan juga, jadi konvensi bukan alat pemecah belah dari pihak lain," kata Hasto saat dihubungi wartawan, Kamis (22/8/2013).

Hasto menjelaskan, dalam melaksanakan konvensi, maka penyelenggara harus bisa menjelaskan terlebih dahulu kriteria bagi calon peserta konvensi, sehingga tidak menimbulkan efek negatif bagi pihak lain.

"Namanya suatu konvensi juga berlaku bagaimana satu peraturan yang dilakukan partai itu. Ada batasan etika parpol di dalam konvensi yang ditujukan untuk menjaring capres. Bukan hanya akan menjadi ajang yang seolah pecah-belah partai lain, seperti kejadian di NasDem dengan Endriartono," terangnya.

Hasto pun tak menyalahkan jika ada kader partai lain yang ikut konvensi, pasalnya, itu merupakan hak konstitusional setiap individu untuk dipilih dan memilih. "Kalau bicara itu, PDIP tidak bisa halang-halangi. Tetapi, kalau ada yang ikut, tentu saja sebagai suatu pilihannya, artinya sudah meninggalkan suatu aturan main yang ditetapkan partai," tuntasnya.
(maf)
Berita Terkait
Hasnaeni si Wanita Emas...
Hasnaeni si Wanita Emas di Antara PDIP dan Demokrat, Hasto Ngaku Tak Kenal
Orang PDIP Sebut Oposan...
Orang PDIP Sebut Oposan Sumbang, Politikus Demokrat Bilang Pejabat Jangan Alergi Kritik
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Megawati Dituduh Gulingkan...
Megawati Dituduh Gulingkan Gus Dur, PDIP Siapkan Langkah
Berita Terkini
Sidang Eksepsi, Dokter...
Sidang Eksepsi, Dokter Tifa Minta Hakim Nyatakan Dakwaan JPU Tak Dapat Diterima
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Kasus Mafia Hukum dalam...
Kasus Mafia Hukum dalam Pemberantasan Korupsi
Sidang Eksepsi Dokter...
Sidang Eksepsi Dokter Tifa: Kami Tak Pernah Minta Jokowi Dihukum, Hanya Minta Ijazah Dibuktikan
Polri Ultimatum Pihak...
Polri Ultimatum Pihak yang Halangi Pengusutan 3 Kasus Korupsi
Penampakan Koper Berisi...
Penampakan Koper Berisi Emas Disita Polisi usai Geledah Rumah di Bogor
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved