PSB IPB targetkan Puskesmas gunakan tanaman obat

Selasa, 30 Juli 2013 - 14:42 WIB
PSB IPB targetkan Puskesmas...
PSB IPB targetkan Puskesmas gunakan tanaman obat
A A A
Sindonews.com - Ketua Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) Charles Saerang mengatakan harus ada mekanisme yang jelas dari hulu ke hilir dalam pengembangan industri jamu. Selain pengembangan, para peneliti harus diajak turut serta agar dapat mengetahui apa yang dibutuhkan pasar.

Langkah selanjutnya adalah melakukan pendataan terhadap tanaman obat yang ada di Indonesia. "Selama ini penelitian yang dilakukan lembaga pemerintah, universitas dan badan lainnya terkesan tumpang tindih dan tidak terkoordinir satu sama lain," ujarnya di Kantor Kemenristek, Jakarta, Selasa (30/7/2013).

Sementara itu, ditemui ditempat yang sama Kepala Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor (PSB IPB) Latifah Darusman mengatakan saat ini pihaknya memfokuskan diri pada penggunaan jamu di Puskesmas dan Rumah Sakit (RS). Saat ini, belum terlalu banyak jumlah Puskesmas dan RS yang menerapkan penggunaan tanaman obat.

“Target kami pada tahun ini sudah ratusan Puskesmas yang menggunakan tanaman obat. Namun hal ini harus dipastikan terstandar,” kata dia.

Menurut dia, untuk memperkuat standarisasi, pihaknya melakukan riset secara rutin terhadap bahan baku dan proses pembuatan. Utamanya untuk mengolah bahan mentah yang sudah ada. Kecenderungannya kembali menggunakan tanaman herbal dan alami ketimbang obat sintetik tengah banyak terjadi di dunia.

"Hal ini berdampak pada tingginya permintaan dunia akan obat alami sehingga prospek pasar tumbuhan obat dan obat herbal di tanah air semakin besar.

Dari data WHO menunjukkan sebanyak empat miliar penduduk dunia sudah menggunakan tanaman herbal. Kondisi padar obat herbal di tanah air pada 2010 menghasilkan Rp7,2 triliun. Sedangkan pada 2011 jumlahnya menjadi Rp12 triliun.

Sementara itu data Riskesdas pada 2010 menunjukkan 93 persen masyarakat yang pernah mengkonsumsi tanaman obat mengaku percaya akan khasiatnya pada kesehatan.
(kri)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved