Peluang perempuan di bursa capres minim

Minggu, 28 Juli 2013 - 19:50 WIB
Peluang perempuan di...
Peluang perempuan di bursa capres minim
A A A
Sindonews.com - Peluang kaum perempuan dalam bursa calon presiden (Capres) 2014 mendatang dinilai minim. Pasalnya hingga kini hanya nama Ketua Umum Partai Demokrasi Indonsia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang sering disebut-sebut.

Namun demikian untuk pemilihan legislatif (pileg), potensi perempuan masuk parlemen akan meningkat. Direktur Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, perempuan sebenarnya memiliki potensi sebagai capres dalam pemilu mendatang.

Namun hal ini tertutup oleh mekanisme partai yang tidak memberikan ruang bagi para kader perempuan, untuk andil dalam kontestasi pencapresan 2014 mendatang.

“Peluang perempuan dalam konteks kandidat sangat banyak yang potensial, sayangnya tidak diimbangi oleh dibukanya ruang oleh parpol untuk bisa berkompetisi dalam proses pemilu presiden,” katanya di Jakarta, Minggu (28/7/2013).

Dia mengatakan, ketersediaan kandidat perempuan yang potensial belum diimbangi peluang yang diberikan oleh partai politik. Partai saat ini lebih cenderung terfokus pada capres yang didominasi kaum laki-laki. “Opini yang terlalu berfokus kepada kandidat-kandidat lama yang notabene didominasi kandidat laki-laki,” ungkapnya.

Berbeda dengan kontestasi pencapresan, potensi perempuan di parlemen justru diprediksi meningkat. Titi mengatakan secara peluang akan lebih besar dibanding pemilu sebelumnya.

Pasalnya, dari sisi jumlah calon perempuan lebih banyak dari pemilu sebelumnya. “Sehingga peluang keterpilihan otomatis meningkat,” katanya.

Namun Titi mengingatkan, peluang tersebut bukan tanpa tantangan. Pasalnya para caleg perempuan pekerjaan rumahnya. Hal tersebut terkait bagaimana kandidat perempuan mampu mengelola basis dan konstituen sebaik mungkin.

“Di era sistem pemilu proporsional daftar terbuka dengan suara terbanyak perempuan tidak hanya akan bersaing dengan kandidat dari partai lain, tapi juga kandidat dari internal partai bahkan dengan kandidat perempuan dari satu partai,” ungkapnya.

Kemudian terkait dengan kualitas dari segi pendidikan tidak kalah dengan kandidat laki-laki. Namun menurutnya, persoalalan kualitas bukan hanya persoalan calon perempuan saja tetapi juga persoalan semua caleg.

“Yang diperlukan adalah komitmen partai untuk mengawal kualitas caleg, terutama komitmen terhadap caleg perempuan,” katanya.

Menurutnya, partai semestinya tidak hanya berhenti pada keterpenuhan jumlah caleg perempuan, melainkan juga harus memastikan keterpilihan. Lalu selanjutnya tetap menjaga kualitas dan integritas caleg-calegnya.
(stb)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
KPK Segel Rumah Wamen...
KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved