PDIP : Tolak capres sarjana, terpenting track record

Kamis, 11 Juli 2013 - 10:47 WIB
PDIP : Tolak capres...
PDIP : Tolak capres sarjana, terpenting track record
A A A
Sindonews.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tak sejalan jika Undang-Undang Pemilu Presiden (UU Pilpres) harus direvisi, hanya karena mewajibkan calon presiden (capres) memiliki status pendidikan akhir sarjana.

"Kami tidak sedang memilih seorang rektor, tetapi tokoh yang mampu memimpin Indonesia. Tentu yang terpenting punya track record, tidak memiliki tolak ukur yang seperti itu, dan bisa didukung masyarakat," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Tjahjo Kumolo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Ia pun menegaskan, jika persoalan mandeknya UU Pilpres di Badan Legislasi (Baleg) dikarenakan perdebatan mengenai ambang batas capres (Presidential Threshold) bukan masalah pendidikan akhir.

"Saya kira ini terkait masalah Presidential Threshold yang di Baleg sedang tarik menarik, ada yang mengusulkan 3,5 sesuai Parlementary Threshold ada yang dipertahankan dengan undang-undang lama," tegasnya.

Lanjut dia, PDIP mendukung jika pemilihan capres harus selektif. Namun Partai PDIP dengan tegas menolak, jika UU Pilpres harus dirubah lantaran strata pendidikan ditingkatkan.

"Sikap kami kan harus selektif memang dalam UUD dipilih melalui Parpol, saya kira Parpol juga harus punya suara dukungan masyarakat yang signifikan karena harus punya dukungan ke masyarakat," pungkasnya.
(stb)
Berita Terkait
Kawal Pilpres Berintegritas,...
Kawal Pilpres Berintegritas, MK Sebaiknya Tunda Sidang Uji Materi UU Pemilu
Tegas! Ganjar Bakal...
Tegas! Ganjar Bakal Revisi UU Cipta Kerja jika Menang Pilpres 2024
Tegaskan Presiden Punya...
Tegaskan Presiden Punya Hak Berkampanye, Jokowi: Jangan Ditarik ke Mana-mana
Prabowo-Gibran Menang...
Prabowo-Gibran Menang Pilpres, Ketua Umum Relawan Betawi RPG Singgung UU DKJ
Dorong Revisi UU Pemilu,...
Dorong Revisi UU Pemilu, PKS Tidak Ingin Ada Politik Identitas di Pilpres
Profil Almas, Penggugat...
Profil Almas, Penggugat UU Pemilu yang Buka Jalan Gibran Maju di Pilpres 2024
Berita Terkini
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah, Total Rp4,8 M
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved