PT terlalu tinggi, PPP desak UU Pilpres direvisi

Selasa, 09 Juli 2013 - 14:04 WIB
PT terlalu tinggi, PPP...
PT terlalu tinggi, PPP desak UU Pilpres direvisi
A A A
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendesak agar Undang-Undang No 42 tahun 2008 tentang Pemilu Presiden (UU Pilpres) direvisi. Salah satu alasannya adalah tingginya ambang batas presiden atau presidential threshold (PT).

"Kalau memang tetap 20 persen, setiap partai tidak ada yang mampu berdiri sendiri. Berdasarkan survei yang dilaksanakan tidak ada partai yang bisa mengusung calon sendiri," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Romahurmuziy di DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (9/7/2013).

Kata dia, setiap partai yang bertarung dalam Pemilu berhak untuk mengajukan calon presiden (capres), karenanya PPP meminta agar UU Pilpres direvisi. "Saya kira jika dibebaskan 12 calon, tak semua akan mengajukan calon presiden," katanya.

"Kita ingin semua partai yang bertarung ke parlemen berhak mengajukan calon presiden," sambungnya.

Oleh karena itu, melalui rapat konsultasi yang telah mereka adakan maka partai berbasis massa Islam ini mendesak agar adanya revisi UU Pilpres.

"Ada rapat konsultasi Rabu lalu, kita sudah menyampaikan sikap PPP meminta ada revisi UU pilpres, agar tidak menimbulkan persoalan konstitusional," pungkasnya.
(lal)
Berita Terkait
Kawal Pilpres Berintegritas,...
Kawal Pilpres Berintegritas, MK Sebaiknya Tunda Sidang Uji Materi UU Pemilu
Tegas! Ganjar Bakal...
Tegas! Ganjar Bakal Revisi UU Cipta Kerja jika Menang Pilpres 2024
Tegaskan Presiden Punya...
Tegaskan Presiden Punya Hak Berkampanye, Jokowi: Jangan Ditarik ke Mana-mana
Prabowo-Gibran Menang...
Prabowo-Gibran Menang Pilpres, Ketua Umum Relawan Betawi RPG Singgung UU DKJ
Dorong Revisi UU Pemilu,...
Dorong Revisi UU Pemilu, PKS Tidak Ingin Ada Politik Identitas di Pilpres
Profil Almas, Penggugat...
Profil Almas, Penggugat UU Pemilu yang Buka Jalan Gibran Maju di Pilpres 2024
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Kapolri Mutasi 67 Perwira...
Kapolri Mutasi 67 Perwira Tinggi dan Perwira Menengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved