Jaga kedaulatan maritim, TNI AL perbarui alutsista

Sabtu, 06 Juli 2013 - 00:07 WIB
Jaga kedaulatan maritim,...
Jaga kedaulatan maritim, TNI AL perbarui alutsista
A A A
Sindonews.com - Membangun kekuatan pokok minimum (MEF) TNI Angkatan Laut (AL), tidak sekadar mempertimbangkan aspek kemampuan pertahanan. Melainkan juga perkembangan strategis yang mungkin terjadi di kawasan dalam beberapa tahun ke depan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI, Untung Suropati mengatakan, pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL berkaitan erat dengan proyeksi strategis, kemampuan pertahanan, dan anggaran pertahanan.

“Proyeksi berdasarkan perkiraan strategis lima tahun ke depan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (5/7/2013).

Dia menyebutkan, proyeksi strategis yang menjadi perhatian utama adalah menyangkut masalah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar. Untuk diketahui, wilayah laut Indonesia yang berbatasan dengan 10 negara, sebagian di antaranya masih belum tercapai kesepakatan soal batas-batasnya.

Selain itu, pembangunan MEF juga memperhatikan aspek ancaman separatisme, terorisme, dan bencana alam. “Serta beragam kegiatan ilegal dan keamanan maritim,” kata Untung.

Indonesia bertanggung jawab untuk mengamankan tiga jalur pelayaran internasional yang terbagi dalam alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) satu (di antaranya Selat Malaka), dua (di antaranya Selat Makassar), dan tiga (Papua).

Dia menuturkan, saat ini TNI AL sudah diperkuat oleh kapal selam dan permukaan dengan berbagai jenisnya, seperti dua kapal perusak kawal rudal (PKR), 16 kapal cepat rudal (KCR), dan delapan kapal patroli cepat (PC). Marinir juga telah memiliki 84 unit kendaraan tempur, terdiri dari 49 tank BMF-3F, 14 pansam BTR-80A, 5 BVP-2, dan 16 RM-70 Call-22.

Berbagai alutsista itu akan terus ditambah, misalnya tiga kapal selam, sejumlah KCR, PKR, serta pengganti kapal latih KRI Dewaruci. “TNI AL telah berhasil melaksanakan pengadaan alutsista baru dalam berbagai jenis produksi,” ujarnya.

Program pengadaan kapal perang ini melibatkan industri pertahanan dalam negeri, seperti di Batam, Surabaya, dan Banuwangi. “Pada masa mendatang akan dibangun kapal selam di dalam negeri sebagai bentuk komitmen untuk mendukung terwujudnya kemandirian nasional dalam upaya pemenuhan alutsista pertahanan,” tutur Untung.

Dia menambahkan, saat ini TNI AL sudah diakui dunia internasional sebagai salah satu kekuatan maritim di dunia. Kekuatan ini terus dibangun sehingga cita-cita menjadi World Class Navy bisa terwujud.

Menurut Untung, ada dua program yang harus ditempuh untuk mencapai target itu, yakni sumber daya manusia (SDM) prajurit dan alutsista. Untuk peningkatan kemampuan SDM, sambung dia, dicapai melalui pendidikan umum dan militer di dalam dan luar negeri.

“Tanpa pengecualian, kemampuan melakukan analisis terhadap ancaman yang akan terjadi di kawasan Asia Pasifik harus tetap dikembangkan. Kemampuan bertempur itu tidak hanya menggunakan senjata,” paparnya.

Sementara itu, salah satu Komisaris PT PAL Surabaya Silmi Karim menyatakan, PT PAL tahun ini akan membangun fasilitas pembuatan kapal selam. Ditargetkan fasilitas itu selesai pada 2014. “Tahun 2015 kita mulai membangun kapal selam dan 2018 selesai,” sebutnya.

Satu kapal selam itu dibangun menyusul proyek yang sama untuk dua kapal selam lain di Korea Selatan. “Satu kapal mulai berjalan, disusul kapal kedua. Kapal kedua berjalan, disusul kapal ketiga di Indonesia,” lanjut juru bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) itu.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Sisriadi menambahkan, pemerintah optimis akan mampu membangun kapal selam pada masa mendatang. “Kita juga melibatkan industri pertahanan lain, jadi tidak hanya PT PAL. Ini sekaligus untuk membangkitkan industri pertahanan kita,” tukasnya.
(maf)
Berita Terkait
TNI AL Kirim Kapal Perang...
TNI AL Kirim Kapal Perang ke Perairan India, Ada Apa?
KSAL Bangga Uji Penembakan...
KSAL Bangga Uji Penembakan Rudal SSM Exocet MM40 Block 3 Berhasil
Asah Naluri Tempur,...
Asah Naluri Tempur, Prajurit Marinir Latihan Menembak Gerakan Artileri Medan di Situbondo
KRI Pollux-935 Perkuat...
KRI Pollux-935 Perkuat Alutsista TNI Angkatan Laut
KSAL Terima Angkatan...
KSAL Terima Angkatan Laut Korsel, Bahas Pengembangan Alutsista dan Pendidikan
Modernisasi Alutsista,...
Modernisasi Alutsista, Laksamana TNI Yudo Margono: MEF TNI AL Capai 85% di 2024
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved