Bawaslu tak gunakan anggaran dengan benar

Kamis, 04 Juli 2013 - 10:42 WIB
Bawaslu tak gunakan...
Bawaslu tak gunakan anggaran dengan benar
A A A
Sindonews.com - Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menyayangkan besarnya anggaran yang diberikan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak mampu meningkatkan kinerja lembaga tersebut.

Menurutnya, anggaran tahun 2013 sebesar Rp1 triliun itu harusnya bisa meningkatkan fungsi pengawasan. Namun, sangat disayangkan, dana itu justru digunakan untuk kegiatan pengadaan barang, honorarium dan menambah fasilitas gedung serta kegiatan seperti pelatihan.

"Untuk tahun 2013 saja, dana negara habis sekitar Rp1 triliun untuk kegiatan yang sebagian besarnya bukan pengawasan," kata Ray, melalui BlackBerry Massanger, di Jakarta, Kamis (4/7/2013).

Dia menambahkan, dalam fungsinya sebagai mediator sengketa pemilu, Bawaslu harusnya bisa lebih cepat dalam mengambil keputusan. Menurutnya, jika terdapat bukti yang cukup kuat terhadap pelanggaran pemilu, seharusnya Bawaslu tidak ragu lagi untuk memberikan keputusan.

Dia yakin, sikap tegas Bawaslu ini, bisa mempersingkat sengketa pemilu dan mampu menghemat anggaran negara.
"Jika Bawaslu punya data yang valid, dapat dipertanggungjawabkan dan memiliki kemampuan mediator, sejatinya sengketa-sengketa pemilu tak perlu berpanjang-panjang," ujarnya.

Lanjutnya, dalam proses pengadilan sengketa pemilu, Bawaslu dinilai kurang memperhatikan unsur bukti. Sehingga, dalam poses penyelesaian sengketa, Bawaslu tidak tegas mengenai unsur bukti.

"Sayang, hampir semua mediasi yang mereka buat gagal dan akhirnya berujung pada sengketa. Dan dalam peradilan sengketapun, proses penyelesaiannya cukup pelik dan kadang tak seragam. Kadang tak jelas apa yang mau dibuktikan, apakah yang bersifat formil, materil atau subtansial," tuturnya.

Namun, dirinya berharap, Bawaslu sebagai lembaga strategis dalam pengawasan pemilu mampu meningkatkan kinerjanya dibidang pengawasan dan pelanggaran pemilu.

Menurutnya, biaya negara yang tergolong besar tersebut harusnya bisa dijadikan sebagai penyelenggaraan pemilu yang jujur dan demokratis.
(stb)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Praperadilannya Dikabulkan...
Praperadilannya Dikabulkan Sebagian oleh PN Jaksel, Roy Suryo Tersenyum Lebar
Polri Bakal Periksa...
Polri Bakal Periksa Kementerian ESDM Terkait Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU
Breaking News! Roy Suryo...
Breaking News! Roy Suryo Menang Praperadilan
Tingkatkan Kesiapsiagaan...
Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat Perairan, NHM Bekali Tim ERT Standar Open Water Dive
Jokowi Siap Hadiri Sidang...
Jokowi Siap Hadiri Sidang Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jika Dipanggil Hakim
Bambang Pacul PDIP Kritik...
Bambang Pacul PDIP Kritik Pemerintah Utus Ketua MPR Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved