Mangkir lagi, Timwas Century akan minta klarifikasi KPK
Rabu, 03 Juli 2013 - 19:11 WIB
Mangkir lagi, Timwas Century akan minta klarifikasi KPK
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali tidak menghadiri rapat dengan Tim Pengawas (Timwas) rekomendasi DPR RI untuk kasus bailout Bank Century.
Meski tak hadir, namun Ketua KPK, Abraham Samad tampil di depan ratusan calon anggota legislatif (caleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai narasumber.
Hal ini pun membuat geram sejumlah anggota Timwas Century, atas sikap itu, Timwas DPR akan meminta klarifikasi dari KPK terkait ketidakhadiran tersebut.
"Kita akan klarifikasi juga, ada (alasan) yang dimaklumi, ada yang perlu diklarifikasi," kata Pimpinan Timwas Century, Sohibul Iman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (3/7/2013).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini akan kembali mengundang Samad cs, sebelum akhirnya memutuskan akan memanggil paksa atau tidak. "Kita undang lagi, kan surat kita terima, mereka menyebutkan siap datang di undangan berikutnya," tuntasnya.
Sebelumnya, Anggota Timwas Century, Fahri Hamzah akan merekomendasikan agar ada pemanggilan paksa kepada KPK. "Tentu kita harus bahas nanti bersama teman-teman dengan pimpinan dewan, karena menurut saya KPK ini sudah melecehkan DPR," kata Fahri di tempat yang sama.
Fahri berkeyakinan, jika DPR telah diberikan mandat sebagai lembaga pengawas, termasuk mengenai kasus yang merugikan negara hingga Rp6,7 triliun itu. "Kita ini diberi mandat untuk mengawasi," tegasnya.
Sejalan dengan Fahri, anggota Timwas Century lainnya, Hendrawan Supratikno juga mengusulkan, agar KPK dipanggil paksa untuk mengikuti rapat dengan Timwas Century. "Saya usulkan demikian, kalau Undang-Undang (UU) 27 tahun 2009 soal MD3 berhak memanggil paksa," jelasnya.
Meski tak hadir, namun Ketua KPK, Abraham Samad tampil di depan ratusan calon anggota legislatif (caleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai narasumber.
Hal ini pun membuat geram sejumlah anggota Timwas Century, atas sikap itu, Timwas DPR akan meminta klarifikasi dari KPK terkait ketidakhadiran tersebut.
"Kita akan klarifikasi juga, ada (alasan) yang dimaklumi, ada yang perlu diklarifikasi," kata Pimpinan Timwas Century, Sohibul Iman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (3/7/2013).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini akan kembali mengundang Samad cs, sebelum akhirnya memutuskan akan memanggil paksa atau tidak. "Kita undang lagi, kan surat kita terima, mereka menyebutkan siap datang di undangan berikutnya," tuntasnya.
Sebelumnya, Anggota Timwas Century, Fahri Hamzah akan merekomendasikan agar ada pemanggilan paksa kepada KPK. "Tentu kita harus bahas nanti bersama teman-teman dengan pimpinan dewan, karena menurut saya KPK ini sudah melecehkan DPR," kata Fahri di tempat yang sama.
Fahri berkeyakinan, jika DPR telah diberikan mandat sebagai lembaga pengawas, termasuk mengenai kasus yang merugikan negara hingga Rp6,7 triliun itu. "Kita ini diberi mandat untuk mengawasi," tegasnya.
Sejalan dengan Fahri, anggota Timwas Century lainnya, Hendrawan Supratikno juga mengusulkan, agar KPK dipanggil paksa untuk mengikuti rapat dengan Timwas Century. "Saya usulkan demikian, kalau Undang-Undang (UU) 27 tahun 2009 soal MD3 berhak memanggil paksa," jelasnya.
(maf)