2014, Golkar tak ingin ada dikotomi sipil-militer

Jum'at, 28 Juni 2013 - 09:04 WIB
2014, Golkar tak ingin...
2014, Golkar tak ingin ada dikotomi sipil-militer
A A A
Sindonews.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan, Calon Presiden (Capres) 2014 tidak perlu dibedakan antara latar belakang militer dengan sipil. Hal terpenting syarat capres adalah memiliki integritas dan bisa menjalankan pemerintahan dengan baik.

"Yang penting adalah kemampuan tokoh tersebut dalam mengelola negara," ujar Nurul kepada Sindonews, Jumat (28/6/2013).

Anggota Komisi I DPR ini menegaskan, kompetisi perebutan kursi presiden bukan melalui survei, tapi harus dilihat hasil pemilu dan pertarungan di Pilpres 2014. Maka itu, paling pertarungan sesungguhnya. "Kompetisi sesungguhnya bukan di survei tapi di riil kampanye Pilpres 2014 kelak," tukasnya.

Dia menyampaikan, partainya sendiri sudah bulat untuk mengusung Ketua Umumnya Aburizal Bakrie sebagai Capres 2014. Meskipun, lanjutnya, Aburizal yang biasa disapa Ical itu bukan dari kalangan militer, tapi berlatang belakang pengusaha dan politikus.

"Menurut saya tidak perlu mendikotomikan latar belakang itu, karena akhirnya yang berbicara adalah figur dan ketokohan," tandasnya.

Sebelumnya, Indonesia Research Centre (IRC) merilis 28,8 persen masyarakat lebih memilih calon presiden yang memiliki latar belakang militer dan polisi. Sedangkan untuk kalangan intelektual, akademisi, guru, dan dosen hanya diminati oleh sekira 17,2 persen masyarakat.

Survei dilakukan menggunakan metode penarikan sample multistage random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 1.800 orang dan margin of error (MoE) 2,3 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Selain itu, kejenuhan masyarakat terhadap politikus terlihat jelas dari hasil survei. Hanya sekira 13,9 persen masyarakat yang memilih kalangan politikus untuk menjadi presiden.

Selanjutnya, pengusaha berada di angka 12,9 persen, pejabat sipil atau birokrat sebesar 10,4 persen, tokoh agama 6,3 persen dan sisanya sebesar 5,0 persen tidak memberikan jawaban.
(kur)
Berita Terkait
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Moderator Debat Capres...
Moderator Debat Capres 2014 Zainal Arifin Mochtar: 2024 Harus Menarik, Bukan Hanya Nanya dan Dijawab
Revisi UU Desa, Bacapres...
Revisi UU Desa, Bacapres Ganjar dan Puan Ungkap tentang Kesejahteraan
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved