Bagir minta media ungkap kekerasan pada rakyat kecil
Rabu, 26 Juni 2013 - 13:08 WIB
Bagir minta media ungkap kekerasan pada rakyat kecil
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pers Indonesia Bagir Manan meminta kepada kalangan media dan jurnalis untuk mengungkap kekerasan yang dialami masyarakat kecil. Menurutnya, kekerasan bukan saja terjadi pada kalangan jurnalis, melainkan banyak dialami masyarakat miskin.
"Fenomena kekerasan di kita bukan hanya terhadap jurnalis. Kita lihat kekerasan itu. Saya berharap, kita dari kalangan pers, tak hanya konsen kekerasan jurnalis, tapi juga kekerasan terjadi pada rakyat kecil dan sebagainya," kata Bagir di Ballroom Arya Duta, Jakarta, Rabu (26/6/2013).
Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) ini bahkan meminta kepada kalangan media untuk memberi masukan kepada lembaga yang pernah dipimpinnya itu untuk memperberat hukuman bagi pelanggar hukum terhadap rakyat kecil.
"Kami minta pimpinan MA untuk dapat meminta pada hakim untuk beri sanksi hukum diperberat," ujarnya.
Namun demikian, Bagir mengimbau kepada aparat penegak hukum harus berlaku tegas dalam merapkan hukum untuk tindak kekerasan baik terhadap kalangan jurnalis maupun masyarakat umum.
Seperti diketahui, diskusi publik yang diselenggrakan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) sedianya akan dihadiri tokoh politik, pengamat dan tokoh media. Namun, kegiatan tersebut hanya dihadiri CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Ketua Dewan Pers Bagir Manan dan Ketua KPU Husni Kamil Manik.
"Fenomena kekerasan di kita bukan hanya terhadap jurnalis. Kita lihat kekerasan itu. Saya berharap, kita dari kalangan pers, tak hanya konsen kekerasan jurnalis, tapi juga kekerasan terjadi pada rakyat kecil dan sebagainya," kata Bagir di Ballroom Arya Duta, Jakarta, Rabu (26/6/2013).
Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) ini bahkan meminta kepada kalangan media untuk memberi masukan kepada lembaga yang pernah dipimpinnya itu untuk memperberat hukuman bagi pelanggar hukum terhadap rakyat kecil.
"Kami minta pimpinan MA untuk dapat meminta pada hakim untuk beri sanksi hukum diperberat," ujarnya.
Namun demikian, Bagir mengimbau kepada aparat penegak hukum harus berlaku tegas dalam merapkan hukum untuk tindak kekerasan baik terhadap kalangan jurnalis maupun masyarakat umum.
Seperti diketahui, diskusi publik yang diselenggrakan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) sedianya akan dihadiri tokoh politik, pengamat dan tokoh media. Namun, kegiatan tersebut hanya dihadiri CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Ketua Dewan Pers Bagir Manan dan Ketua KPU Husni Kamil Manik.
(kri)