Korupsi momok paling buruk buat demokrasi
Selasa, 25 Juni 2013 - 16:34 WIB
Korupsi momok paling buruk buat demokrasi
A
A
A
Sindonews.com - Fungsionaris Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Agus Purnomo mengatakan, sistem demokrasi di Indonesia, dianggap paling tepat untuk konteks negara saat ini.
Hal itu dikatakan Agus saat didaulat menjadi pembicara diskusi publik, yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), di Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.
"Demokrasi pilihan paling tepat untuk Indonesia. Dari itu, untuk mewujudkan pemilu yang baik, maka kedepankan prinsip-prinsip demokrasi," kata Agus, di Grand Sahid, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2013).
Namun demikian, politikus yang duduk di Komisi II DPR RI ini mengatakan, kegagalan demokrasi di Indonesia, karena partai lebih banyak menghilangkan subtansi demokrasi. Menurutnya, tugas partai politik (parpol) hanya berkutat pada masalah suksesi pemilihan, sehingga demokrasi lekat dengan praktik korupsi.
"Tapi, korupsi momok yang paling buruk buat demokrasi. Demokrasi itu hilang subtansinya. Kita ingin diskusi ini bisa dijadikan evaluasi partai secara bersama untuk pemilu nanti, agar kualitas demokrasi semakin membaik," tuturnya.
Hal itu dikatakan Agus saat didaulat menjadi pembicara diskusi publik, yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), di Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.
"Demokrasi pilihan paling tepat untuk Indonesia. Dari itu, untuk mewujudkan pemilu yang baik, maka kedepankan prinsip-prinsip demokrasi," kata Agus, di Grand Sahid, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2013).
Namun demikian, politikus yang duduk di Komisi II DPR RI ini mengatakan, kegagalan demokrasi di Indonesia, karena partai lebih banyak menghilangkan subtansi demokrasi. Menurutnya, tugas partai politik (parpol) hanya berkutat pada masalah suksesi pemilihan, sehingga demokrasi lekat dengan praktik korupsi.
"Tapi, korupsi momok yang paling buruk buat demokrasi. Demokrasi itu hilang subtansinya. Kita ingin diskusi ini bisa dijadikan evaluasi partai secara bersama untuk pemilu nanti, agar kualitas demokrasi semakin membaik," tuturnya.
(maf)