PKS dagelan politik yang tak patut direspon SBY

Sabtu, 15 Juni 2013 - 06:34 WIB
PKS dagelan politik...
PKS dagelan politik yang tak patut direspon SBY
A A A
Sindonews.com - Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi menilai apa yang dipertontonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengambil sikap bertentangan dengan pemerintah jauh dari kesantunan. Alih-alih mendulang citra positif di mata publik, PKS justru terkesan sangat pragmatis.

"Langkah PKS dengan memposisikan berbeda namun masih butuh akses politik dan kekuasaan menjadi cermin bagaimana sistem politik dan demokrasi yang tengah dibangun, hanya sekedar untuk mencapai kepentingan kelompok tanpa mengindahkan etika dan kesantunan politik," ujarnya melalui sambungan telepon kepada Sindonews, Jumat (14/6/2013) malam.

Tak heran, lanjut Muradi, apabila SBY menangkap sinyal PKS sebagai sebuah dagelan politik yang tak patut direspon. Sebab, SBY tahu benar apabila direspon secara negatif misalnya dengan memberhentikan tiga menteri PKS maka akan berimplikasi positif bagi penguatan partai berbasis Islam ini pada Pemilu 2014.

"Saya kira langkah yang diambil SBY sudah tepat, tak perlu memberikan respon apapun terkait strategi yang dimainkan PKS. Yang berkomentar cukup orang-orang di bawahnya. Jika SBY berkomentar yang diuntungkan justru PKS," tandasnya.

Dijelaskannya, SBY dan Sekretariat Gabungan (Setgab) tampaknya memahami benar langkah PKS sebagai bagian dari fight back atas langkah KPK yang memproses elite politiknya dengan tuduhan pencucian uang, korupsi dan perempuan.

Karenanya, politik tarik ulur yang dilakukan SBY dan Setgab terhadap penyikapan atas langkah PKS untuk menolak kenaikan BBM sebagai bagian strategi.

"SBY ingin tetap memposisikan PKS tidak lebih baik, dengan mengambil keuntungan dari kebijakan SBY untuk menaikkan BBM."

"SBY, Setgab maupun PKS sadar benar bahwa genderang yang mereka mainkan tidak akan berirama baik dan tidak ada penarinya apabila masing-masing dari mereka tidak meresponnya secara negatif atas apa yang mereka mainkan," sambungnya.
(kri)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Penggunaan BBM Bersubsidi...
Penggunaan BBM Bersubsidi Harus Fokus ke Masyarakat Menengah ke Bawah
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Berita Terkini
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
KY Bakal Tindak Lanjuti...
KY Bakal Tindak Lanjuti Laporan Kubu Nadiem Makarim
Dugaan Korupsi Pasokan...
Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara, Polri: Negara Rugi Rp5 Triliun Akibat Pemadaman Listrik
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved