SBY diminta tak usah tanggapi sikap PKS
Jum'at, 14 Juni 2013 - 07:07 WIB
SBY diminta tak usah tanggapi sikap PKS
A
A
A
Sindonews.com - Meskipun banyak kalangan yang meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan untuk menuntaskan perselisihan di internal Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi, tetapi itu bukan fatsunnya.
"Kalau itu bukan fatsun SBY sebagai presiden bicara koalisi. Tugas itu diserahkan kepada PD (Partai Demokrat) atau Hatta Rajasa (Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN)," kata pengamat politik Founding Fathers House (FFH) Dian Permata kepada Sindonews, Kamis (13/6/2013) malam.
Walaupun SBY merupakan ketua koalisi, kata jebolan Universitas Jayabaya ini, Demokrat dan Menteri Koordinator itu memiliki lebih tepat untuk mengatasi konflik di internal Setgab.
"Memang beliau (SBY) ketua koalisi. Di sini ada sharing power kepada PD dan Hatta Rajasa," kata pria jebolan University Sains Malaysia (USM) ini
Dia juga menegaskan, Ketua Umum Partai Demokrat itu jangan sampai mengomentari sikap berseberangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan kebijakan pemerintah dalam menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). "Enggak perlu. Turun kelas kalau dia bicara itu," tandasnya.
Sekadar diketahui, sikap berseberangan PKS terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi geram. Pasalnya, meski berseberangan dengan kebijakan pemerintah, partai itu belum juga menarik kedernya yang duduk sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.
"Kalau itu bukan fatsun SBY sebagai presiden bicara koalisi. Tugas itu diserahkan kepada PD (Partai Demokrat) atau Hatta Rajasa (Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN)," kata pengamat politik Founding Fathers House (FFH) Dian Permata kepada Sindonews, Kamis (13/6/2013) malam.
Walaupun SBY merupakan ketua koalisi, kata jebolan Universitas Jayabaya ini, Demokrat dan Menteri Koordinator itu memiliki lebih tepat untuk mengatasi konflik di internal Setgab.
"Memang beliau (SBY) ketua koalisi. Di sini ada sharing power kepada PD dan Hatta Rajasa," kata pria jebolan University Sains Malaysia (USM) ini
Dia juga menegaskan, Ketua Umum Partai Demokrat itu jangan sampai mengomentari sikap berseberangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan kebijakan pemerintah dalam menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). "Enggak perlu. Turun kelas kalau dia bicara itu," tandasnya.
Sekadar diketahui, sikap berseberangan PKS terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi geram. Pasalnya, meski berseberangan dengan kebijakan pemerintah, partai itu belum juga menarik kedernya yang duduk sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.
(mhd)