PKS bermanuver, Setgab tetap solid

Sabtu, 08 Juni 2013 - 10:42 WIB
PKS bermanuver, Setgab...
PKS bermanuver, Setgab tetap solid
A A A
Sindonews.com - Sikap tegas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menolak kebijakan pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai tidak akan berpengaruh terhadap soliditas internal sekretariat gabungan (Setgab) partai koalisi pendukung Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kapal (setgab) tidak akan pecah sebelum lima tahun pemerintahan SBY," ujar pengamat politik Hanta Yudha dari Pol-Tracking Institute, dalam diskusi Polemik Sindo Radio "Perahu retak Setgab" di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2013)

Menurutnya, dinamika politik yang terjadi di dalam Setgab, disebabkan sistem internal dan perilaku elite partai politik masing-masing. Termasuk perilaku yang ditunjukan PKS merupakan bagian dari strategi partai tersebut untuk meraih simpatik publik. "Bagian strategi pencitraan, upaya dongkrak elektabilitas, itu sah-sah saja," kata dia.

Selain itu, kata Hanta, bisa juga perilaku PKS itu bagian dari strategi untuk meningkatkan posisi tawar terhadap koalisi. Bahkan, lanjut Hanta, sikap tegas PKS itu merupakan bentuk akumulasi kekecewaan terhadap partai penguasa. "Bisa saja itu untuk memperkut posisi (PKS) di koalisi," tukasnya.
(kur)
Berita Terkini
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
10 Tahun Arbitrase Laut...
10 Tahun Arbitrase Laut China Selatan Tak Mempan, Saatnya Mulai Perundingan COC
Kebijakan Kemenhut Dinilai...
Kebijakan Kemenhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
Febrie Ditetapkan Jadi...
Febrie Ditetapkan Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi dan Langgar HAM
Rakernas Perdana IKAL...
Rakernas Perdana IKAL Lemhannas Rumuskan Program Strategis Dukung Asta Cita Prabowo
Infografis
10 Negara Tetap Pakai...
10 Negara Tetap Pakai Iron Dome Meski Dinilai Kurang Efektif
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved