Politikus Demokrat yakin Boediono & Sri tak bersalah
Kamis, 30 Mei 2013 - 12:49 WIB
Politikus Demokrat yakin Boediono & Sri tak bersalah
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Tim Pengawas (Timwas) kasus Bank Century, Sutan Bhatoegana meyakini, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Boediono dan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, tak terlibat dalam kasus dugaan bailout Bank Century.
"Saya sudah katakan Pak Boediono dan Sri Mulyani tak terlibat apa-apa, kita tunggu prosesnya, ini kan yg sudah disampaikan ke KPK dan diulang lagi, Insya Allah Pak Beodiono tak terlibat," kata Sutan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2013).
Menurut dia, dalam bailout Bank Century, penegak hukum harus menangkap nama-nama yang terbukti korupsi dalam perkara senilai Rp6,7 triliun ini. "Dalam kebijakan bailout, ada orang ambil kebijakan dan yang mencari keuntungan sendiri, itu kita kejar, jangan yang kebijakan," tegasnya.
Politikus Partai Demokrat ini menilai, kasus bailout Bank Century lebih banyak unsur politiknya. "Ini banyak politiknya, ingat keputusan paripurna, membawa ranah yang ada korupsi di sana kepada hukum," pungkasnya.
Sebelumnya, Sutan mengaku tak kaget dengan berkas yang dibawa mantan anggota Timwas Century, Akbar Faisal, mengenai dokumen terkait kasus bailout Bank Century. Sutan meyakini, data yang dibawa Akbar merupakan sumber lama yang telah dimiliki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena ia menilai KPK telah memiliki data lengkap terkait kasus tersebut.
"Itu kan (data) lama, tidak (baru) di sana sudah lengkap, di KPK. Saya katakan itu kaset lama yang nada sumbang diputar kembali, padahal sudah lengkap di KPK, itu lagu lama," pungkasnya.
"Saya sudah katakan Pak Boediono dan Sri Mulyani tak terlibat apa-apa, kita tunggu prosesnya, ini kan yg sudah disampaikan ke KPK dan diulang lagi, Insya Allah Pak Beodiono tak terlibat," kata Sutan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2013).
Menurut dia, dalam bailout Bank Century, penegak hukum harus menangkap nama-nama yang terbukti korupsi dalam perkara senilai Rp6,7 triliun ini. "Dalam kebijakan bailout, ada orang ambil kebijakan dan yang mencari keuntungan sendiri, itu kita kejar, jangan yang kebijakan," tegasnya.
Politikus Partai Demokrat ini menilai, kasus bailout Bank Century lebih banyak unsur politiknya. "Ini banyak politiknya, ingat keputusan paripurna, membawa ranah yang ada korupsi di sana kepada hukum," pungkasnya.
Sebelumnya, Sutan mengaku tak kaget dengan berkas yang dibawa mantan anggota Timwas Century, Akbar Faisal, mengenai dokumen terkait kasus bailout Bank Century. Sutan meyakini, data yang dibawa Akbar merupakan sumber lama yang telah dimiliki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena ia menilai KPK telah memiliki data lengkap terkait kasus tersebut.
"Itu kan (data) lama, tidak (baru) di sana sudah lengkap, di KPK. Saya katakan itu kaset lama yang nada sumbang diputar kembali, padahal sudah lengkap di KPK, itu lagu lama," pungkasnya.
(maf)