Pemilu digelar serentak mampu cegah politik dinasti

Jum'at, 19 April 2013 - 11:24 WIB
Pemilu digelar serentak...
Pemilu digelar serentak mampu cegah politik dinasti
A A A
Sindonews.com - Pemilu yang dilaksanakan secara serentak seluruh Indonesia diyakini mampu mencegah politik dinasti.

Menurut Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Didik Supriyanto, apabila pemilu legislatif dan pemilu eksekutif dilaksanakan bersamaan, maka setiap orang memiliki peluang terbatas untuk mencalonkan diri.

"Mereka harus memilih salah satu jabatan yang hendak digapai, anggota legislatif atau jabatan eksekutif. Baik terpilih maupun yang tidak, berada dalam posisi sama dalam kurun lima tahun ke depan," ujar Didik dalam Diskusi Media bertema 'Cegah Politik Dinasti dengan Pemilu Serentak' di Bakoel Koffie Cikini, Jalan Cikini Raya No 25, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2013).

Selain itu, penggabungan pemilu legislatif dan pemilu eksekutif, memaksa partai-partai politik untuk membangun koalisi sejak dini.

"Mereka sadar, keterpilihan calon pejabat eksekutif yang mereka usung akan mempengaruhi keterpilihan calon-calon anggota legislatif, dan mendorong sejumlah parpol membangun koalisi besar, sehingga pasca pemilu menghasilkan blocking politic," ujarnya.

Di satu pihak terdapat koalisi besar yang memenangkan jabatan eksekutif sekaligus menguasai kursi parlemen, di pihak lain terdapat koalisi gagal meraih jabatan eksekutif yang menjadi kelompok minoritas parlemen sehingga mau tidak mau menjadi oposisi.

Situasi tersebut, lanjutnya, memaksa koalisi parpol memilih pasangan calon pejabat eksekutif yang elektabilitasnya paling tinggi demi merebut jabatan eksekutif, yang mengkatrol perolehan kursi legislatif.

Koalisi besar menjadikan jumlah pasangan calon terbatas, yang berarti juga membatasi gerak politik dinasti.

"Yang lebih penting, jika pemilu serentak dilaksanakan, maka tampilnya calon-calon dinasti akan terlihat jelas di mata publik, sehingga parpol dan calon akan tampak buruk di mata masyarakat, pemilu serentak dianggap mampu cegah politik dinasti," ujarnya.
(lns)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
PBNU Tetapkan Ponpes...
PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Bupati Kuansing Minta...
Bupati Kuansing Minta Jatah dari 914 Petani terkait Pengurusan Pelepasan Kawasan Hutan
Prabowo Cerita di Depan...
Prabowo Cerita di Depan Modi, Mengaku Punya DNA India
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved